Mastercard Bantah Tekan Steam dan Itch.io untuk Sensor Game Dewasa, Tapi Valve Punya Bukti Lain
INDOZONE.ID - Mastercard mengklaim tidak pernah meminta pembatasan game dewasa di platform seperti Steam dan Itch.io.
Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh Valve.
Kontroversi soal game NSFW (Not Safe For Work) semakin memanas.
Muncul laporan bahwa, Steam dan Itch.io mulai menghapus atau menyembunyikan konten dewasa. Lantaran ada tekanan dari pihak pemroses pembayaran, Mastercard kini menyatakan mereka tidak pernah mengajukan permintaan pembatasan konten.
Baca juga: Mastercard Luncurkan Mastercard Strive Indonesia untuk UMKM Agar Sukses di Era Digital
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pada bulan lalu, Valve memperkenalkan kebijakan baru yang cukup samar, melarang 'jenis konten dewasa tertentu' dari distribusi di Steam.
Tak lama kemudian, beberapa judul adult game mulai ditarik, dengan Valve menyebutkan, hal ini berkaitan dengan standar dan peraturan dari pemroses pembayaran dan jaringan kartu kredit.
Platform Itch.io mengalami hal serupa. Mereka bahkan sempat mendepak seluruh game NSFW dari sistem pencarian, menyalahkan tekanan dari kelompok anti-pornografi asal Australia, Collective Shout, yang juga diketahui pernah memengaruhi Visa, Mastercard, dan PayPal.
Valve Punya Versi Berbeda
Sementara itu, Valve menyatakan, walaupun Mastercard tidak berkomunikasi langsung dengan mereka, Mastercard telah berkoordinasi dengan pemroses pembayaran dan bank mitra, yang kemudian meneruskan tekanan tersebut ke Valve.
Valve juga menyebutkan, mereka sempat mencoba menjelaskan, Steam telah memiliki kebijakan jelas sejak 2018 untuk hanya mendistribusikan game yang legal.
Namun, penjelasan ini ditolak, dengan pihak pemroses pembayaran mengacu langsung pada Mastercard Rule 5.12.7.
Poin ini memberikan Mastercard kebebasan luas untuk menentukan sendiri apa yang dianggap layak atau tidak layak, meskipun game tersebut sah secara hukum.
Respons Industri Game
Kontroversi tersebut mendapat perhatian luas. Itch.io kini mulai mengindeks ulang game NSFW yang gratis, dan sedang menjajaki kerja sama dengan pemroses pembayaran yang mendukung konten dewasa.
Sementara itu, GOG meluncurkan kampanye FreedomToBuy sebagai bentuk penolakan terhadap sensor industri.
Bahkan, organisasi besar seperti International Game Developer Association (IGDA) ikut angkat bicara.
Mereka mendukung hak developer untuk menampilkan konten dewasa yang bersifat konsensual, dan mengecam upaya lembaga keuangan dalam mengontrol narasi dalam game secara diam-diam dan tanpa transparansi.
Masa Depan Game Dewasa Kian Sulit?
Dengan semakin banyak negara yang menyusun regulasi baru seputar konten online – termasuk Online Safety Act dari Inggris – industri game dewasa tampaknya akan menghadapi jalan yang semakin menantang.
Terutama jika kebijakan pemroses pembayaran seperti Mastercard tetap mengaburkan batas antara legalitas dan moralitas korporat.
Apakah ini hanya awal dari sensor besar-besaran terhadap game dewasa? Atau justru momen kebangkitan komunitas kreator untuk mencari jalur distribusi yang lebih bebas? Waktu akan menjawabnya.
Baca juga: Mata Uang Kripto Kian Jadi Primadona, Mastercard Umumkan Siap Bergabung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net