INDOZONE.ID - Kelompok advokasi asal Australia, Collective Shout, baru-baru ini mengklaim bertanggung jawab atas langkah drastis yang diambil oleh dua platform game populer, Steam dan Itch.io, terkait penghapusan konten dewasa (NSFW).
Aksi ini memicu gelombang pro dan kontra di kalangan pengembang, pemain, serta komunitas game secara luas.
Baca juga: Ark: Aquatica Rilis 15 Juli di Steam, Snail Games Main Aman Usai Kontroversi AI
Collective Shout dan Kampanyenya terhadap Game Kontroversial
Melalui pernyataan resmi yang diunggah di Facebook, Collective Shout menjelaskan bahwa mereka telah melakukan kampanye selama berbulan-bulan terhadap keberadaan game bertema pemerkosaan dan inses di Steam.
Sayangnya, menurut kelompok ini, pihak Steam mengabaikan seruan mereka.
Karena itu, mereka akhirnya memutuskan untuk menghubungi pemroses pembayaran seperti Visa, PayPal, dan MasterCard sebagai langkah lanjutan.
Dampaknya Cukup Signifikan
Untuk merespons tekanan tersebut, Itch.io menghapus seluruh indeks konten dewasa dari halaman pencarian dan kategorinya.
Sementara itu, Steam memperkenalkan aturan baru yang kabur terkait konten dewasa serta menghapus sejumlah judul game dari platformnya.
Fokus Kampanye: Game No Mercy
Kampanye ini bermula dari sebuah game bernama No Mercy yang diluncurkan pada Maret 2025.
Game tersebut dinilai mengandung unsur kekerasan seksual ekstrem.
Collective Shout mengklaim bahwa aksi mereka yang mencakup petisi, email, dan lobi berhasil membuat game tersebut ditarik dari peredaran pada akhir April.
Kelompok ini juga mengaku mengirimkan ratusan email ke Valve (perusahaan induk Steam) mengenai game serupa yang dinilai bermasalah.
Namun, baru setelah pemroses pembayaran mulai dilibatkan, tindakan nyata dari platform-platform tersebut mulai terlihat.
Komunitas Game Melawan: Lobi Balik terhadap Visa
Reaksi komunitas game terhadap pembatasan ini sangat keras.
Para gamer dan pendukung kebebasan berekspresi melakukan lobi balik terhadap Visa, menyuarakan keprihatinan mereka atas apa yang dianggap sebagai censorship atau penyensoran berlebihan.
Sebuah surat terbuka yang menyebar luas di Reddit menuduh Visa menekan pasar bebas dengan memaksa platform untuk mengikuti standar moral yang tidak jelas.
Mereka mengancam akan beralih ke perusahaan kartu kredit lain seperti Discover atau American Express jika Visa tidak mengubah pendekatannya.
Menanggapi surat tersebut, perwakilan Visa menegaskan bahwa mereka tidak melakukan moderasi konten, tidak membuat "penilaian moral", dan mendukung perdagangan legal.
Visa mengklaim hanya memberlakukan proteksi tambahan bagi bank yang bekerja sama dengan pedagang yang dianggap berisiko tinggi.
Baca juga: Valve Klarifikasi Penarikan Mod Kontroversial Mount & Blade: Warband dari Steam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net