'Wuchang: Fallen Feathers' Sukses Besar di Steam, Tapi Dihantui Masalah Performa Unreal Engine 5
INDOZONE.ID - Wuchang: Fallen Feathers, game action-RPG bergaya Soulslike dari developer Tiongkok Leenzee, resmi debut dengan pencapaian luar biasa di Steam.
Hanya dalam satu hari sejak dirilis, game ini berhasil menarik lebih dari 114.000 pemain aktif secara bersamaan, menurut data dari SteamDB.
Baca juga: Wuchang: Fallen Feathers Ungkap Spesifikasi PC Resmi, Ternyata Tidak Berat!
Menjadi Game Soulslike dengan Pencapaian Fantastis
Meski masih tergolong pendatang baru, Wuchang: Fallen Feathers mampu menyaingi beberapa game besar dari genre serupa, seperti Dark Souls dan Dark Souls 2.
Jumlah pemain bersamaan yang dicapai game ini bahkan melampaui kedua judul dari FromSoftware tersebut.
Namun, Wuchang masih belum mendekati rekor puncak dari game Soulslike terpopuler seperti:
- Elden Ring – 953.000 pemain
- Sekiro: Shadows Die Twice – 125.000 pemain
- Dark Souls 3 – hampir 130.000 pemain
- Nightreign (spin-off Elden Ring) – sekitar 314.000 pemain
Dan tentu saja, Wuchang masih berada jauh di belakang Black Myth: Wukong, yang sempat menyentuh angka fantastis 2,4 juta pemain bersamaan, menjadikannya sebagai game kedua paling banyak dimainkan di Steam sepanjang masa.
Performa Buruk Jadi Kritik Utama
Walau awalnya mendapat sambutan hangat dari pemain, Wuchang: Fallen Feathers kini dibanjiri ulasan negatif.
Ratingnya di Steam saat ini berada di posisi 'Mostly Negative' karena masalah performa yang cukup serius.
Banyak pemain mengeluhkan bahwa game ini berjalan tidak stabil, bahkan di perangkat kelas atas.
Beberapa komentar menyebutkan, game ini sebagai 'Judul Unreal Engine 5 yang tidak stabil lagi'. Sementara yang lain menyoroti FPS drop dan stuttering yang ekstrem.
Bahkan ketika dimainkan di konsol seperti PlayStation 5, performanya tetap belum optimal.
Sayangnya, hingga saat ini pihak pengembang belum memberikan pernyataan resmi maupun merilis patch perbaikan.
Dominasi Game Aksi dari Tiongkok Terus Tumbuh
Meskipun begitu, Wuchang tetap menunjukkan potensi besar sebagai salah satu RPG aksi dari Tiongkok yang mampu menembus pasar global.
Tren ini terus berlanjut setelah Black Myth: Wukong, membuktikan bahwa developer asal Tiongkok kini semakin diperhitungkan dalam industri game internasional.
Berdasarkan laporan Steam Hardware & Software Survey Maret lalu, jumlah pengguna Steam yang menggunakan bahasa Mandarin telah mencapai 50 persen dari total basis pengguna.
Hal itu menandakan bahwa game-game dari Tiongkok mendapat pasar yang sangat besar dan loyal.
Wuchang Punya Potensi, Asal Masalah Performa Segera Diatasi
Secara konsep, Wuchang: Fallen Feathers menawarkan pengalaman yang memikat bagi penggemar Soulslike.
Dengan atmosfer gelap dan desain visual yang memukau, game ini disebut sebagai 'Soulslike yang kompeten, keren, dan artistik dengan elemen kematian yang unik namun minim kejutan' oleh beberapa reviewer.
Namun, jika kamu berencana memainkan Wuchang di PC, pastikan kamu mengecek spesifikasi minimum dan rekomendasi terlebih dahulu.
Untuk pengalaman bermain yang lebih lancar, kamu juga bisa melihat tips dan trik Wuchang: Fallen Feathers agar lebih siap menghadapi tantangan dalam game ini.
Apakah Wuchang: Fallen Feathers akan bangkit dari ulasan negatif? Semua tergantung pada seberapa cepat tim Leenzee bisa memperbaiki performa teknis game ini.
Namun satu hal yang pasti—gelombang game berkualitas dari Tiongkok semakin sulit untuk diabaikan.
Baca juga: 9 Daftar Game Baru Xbox Game Pass Juli 2025: Wuchang hingga Grounded 2
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net