INDOZONE.ID - Mekanisme kelas khas Battlefield mulai ditinggalkan demi pendekatan yang lebih fleksibel
DICE akhirnya mengonfirmasi salah satu perubahan paling kontroversial dalam pengembangan Battlefield 6, yang sempat menjadi perbincangan hangat di komunitas.
Jika kamu termasuk yang khawatir soal hilangnya sistem pembatasan senjata antar kelas, maka bersiaplah: kekhawatiran itu ternyata benar adanya.
Baca juga: 4 Bocoran Battlefield 6 yang Kamu Harus Tau Jelang Pengumuman Resmi
Battlefield 6: Uji Coba Lewat “Labs” dan Bukan Pengumuman Resmi
Berbeda dari game AAA lainnya, Battlefield 6 belum diumumkan secara resmi. Tak ada trailer, bahkan judul resminya pun belum diketahui.
Namun EA dan DICE sudah menjalankan uji coba tertutup bernama Battlefield Labs, yang menjadi tempat utama untuk bereksperimen langsung dengan pemain setia dan komunitas paling vokal.
Meski uji coba ini disambut antusias, tak semua pemain senang dengan arah yang diambil.
Salah satu perubahan paling krusial adalah penghapusan pembatasan senjata antar kelas—fitur yang selama ini menjadi ciri khas seri Battlefield.
Semua Kelas Bisa Pakai Semua Senjata, Tapi...
Dalam blog terbarunya, DICE menegaskan bahwa meski akan ada sistem yang mendorong kamu menggunakan Signature Weapon sesuai kelas, tidak ada larangan menggunakan senjata apapun.
Artinya, kelas seperti Medic, Engineer, Recon, dan Assault bisa saling memakai senjata satu sama lain.
Sebagai gantinya, DICE memperkenalkan Training Paths, yaitu jalur progresi yang memberi bonus pasif di tengah pertandingan. Setiap kelas punya dua jalur, dan masing-masing punya tiga tingkatan.
Level pertama bisa kamu dapat langsung setelah respawn, sedangkan level dua dan tiga hanya bisa diperoleh lewat kontribusi tim dan perolehan skor. Tingkat terakhir bahkan memberikan kemampuan sekali pakai yang cukup kuat.
Namun tetap saja, sistem ini bukan pengganti penuh dari mekanisme kelas tradisional, karena kamu tetap bisa mengabaikan senjata khas kelas dan tetap berfungsi dalam permainan.
DICE dan EA Ingin Battlefield Lebih "Ramah" untuk Pemain Umum?
Dari laporan yang beredar, termasuk dari Ars Technica, EA punya ambisi besar untuk Battlefield 6.
Mereka ingin game ini menjangkau lebih dari 100 juta pemain, dan untuk itu, segala bentuk “hambatan” seperti keterbatasan senjata atau gadget dianggap harus dipangkas.
Beberapa pihak menduga bahwa keputusan ini berasal dari tekanan manajemen EA, bukan murni dari tim developer di DICE.
Tujuannya jelas: menjadikan Battlefield sebagai pesaing langsung Call of Duty—dengan gaya permainan yang lebih cair dan fleksibel.
Akankah Perubahan Ini Merusak Jati Diri Battlefield?
Banyak pemain veteran melihat bahwa keterbatasan peran dan senjata per kelas adalah jantung dari gameplay Battlefield.
Ini yang membuat permainan jadi lebih taktis dan menekankan kerja sama tim.
Dengan menghapus sistem ini, Battlefield bisa jadi kehilangan “jiwanya” dan justru terlihat seperti game FPS generik lainnya.
Meski begitu, belum ada cara pasti untuk menilai apakah keputusan ini akan berdampak buruk dalam jangka panjang.
Bisa jadi mode battle royale yang dirumorkan akan jadi sorotan utama dan sukses menarik pemain baru, sementara mode klasiknya tetap dinikmati oleh penggemar setia.
Perubahan sistem senjata di Battlefield 6 adalah keputusan besar yang membawa pro dan kontra. Di satu sisi, fleksibilitas ini bisa menarik pemain baru.
Namun di sisi lain, bisa saja membuat para penggemar lama merasa kehilangan identitas game yang mereka cintai.
Apa kamu termasuk yang siap menerima perubahan ini, atau justru berharap DICE kembali ke akar klasik Battlefield? Kita tunggu saja hasil akhirnya saat game ini resmi diumumkan.
Baca juga: Modern Warfare atau NATO Warfare, Spekulasi Tentang Battlefield 6 Makin Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net