Destiny 2 Ingin Sambut Pemain Baru, Tapi Tantangan Terbesarnya Justru Menggoda Pemain Lama untuk Kembali
INDOZONE.ID - Meski Bungie sedang berupaya menyambut pemain baru Destiny 2 dengan pengalaman yang lebih terkurasi, tantangan terbesar sebenarnya bukan di situ.
Masalah utamanya adalah: bagaimana cara menarik kembali para pemain lama yang telah lama meninggalkan game ini.
Baca juga: Destiny 2 Hadirkan Dua Ekspansi Berbayar Tahun Ini, Salah-satunya Bertema Star Wars
Ketika 'Forever Game' Tak Lagi Jadi Prioritas
Ada masa ketika Destiny 2 jadi rutinitas gaming sehari-hari buat banyak orang.
Tapi seiring waktu, bahkan pemain veteran seperti yang dulu rajin membangun Warlock legendarisnya — kini membiarkan karakternya mengambang di orbit Tower, tak tersentuh selama bertahun-tahun.
Bahkan ekspansi besar seperti The Final Shape, penutup saga "Light & Dark" yang telah dibangun selama hampir satu dekade, tidak mampu menggugah banyak pemain lama untuk kembali.
Bagi sebagian orang, ekspansi Lightfall justru menjadi titik jenuh.
Edge of Fate: Awal Baru, Tapi Apakah Cukup?
Bungie mencoba memulai lembaran baru lewat ekspansi Edge of Fate.
Sekilas, ini mungkin terasa seperti petualangan Destiny pada umumnya: menjelajahi planet misterius, menghadapi musuh lama dengan tampilan baru, dan mendengarkan omongan NPC asing yang muncul di interkom.
Tapi di balik kemiripan itu, ada hal-hal baru yang terasa cukup segar.
Kamu kini bisa berubah menjadi bola ala Metroid Prime, dan berinteraksi dengan teka-teki lingkungan yang menantangmu untuk mengubah bagian dari map secara langsung.
Bahkan ada mekanisme morphing di tengah pertempuran yang membuat pengalaman bermain jadi lebih dinamis.
Dengan semua ini, Bungie tampaknya serius ingin menyegarkan Destiny 2 secara menyeluruh.
Menyambut Pemain Baru vs Merayu Pemain Lama
Memang, Bungie sudah menyatakan keinginannya untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih terstruktur bagi pemain baru.
Tapi kalau melihat tren jumlah pemain aktif yang terus menurun, masalah yang lebih mendesak adalah membangkitkan kembali minat pemain lama yang sudah pergi.
Banyak dari mereka sempat menjadikan Destiny 2 sebagai game utama, tetapi sekarang merasa kehilangan alasan untuk kembali.
Apalagi dengan tren desain game yang makin condong ke arah grind berlebihan ala Diablo 4 dan ARPG lain, justru bisa menjadi penghalang bagi mereka yang sempat jatuh cinta pada Destiny karena sistem progresinya yang lebih santai dan bersahabat.
Bungie Punya PR Besar di 2025
Destiny 2 jelas belum kehilangan potensi. Lewat Edge of Fate, Bungie memperlihatkan bahwa mereka masih bisa berinovasi.
Tapi jika mereka sungguh ingin menjaga umur panjang game ini, fokusnya tak bisa hanya pada pemain baru saja.
Perlu strategi yang kuat untuk mengembalikan kepercayaan dan semangat pemain lama, terutama yang pernah menganggap Destiny sebagai rumah kedua dalam dunia game.
Kalau kamu termasuk yang sudah lama meninggalkan Destiny 2, mungkin sekarang saatnya melirik lagi.
Siapa tahu, kamu akan menemukan sensasi bermain yang dulu pernah kamu rindukan — dalam bentuk yang lebih segar dan lebih penuh tantangan.
Baca juga: Destiny 2 Heresy Hadirkan Kolaborasi dengan Star Wars, Ini Semua yang Perlu Kamu Ketahui!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net