INDOZONE.ID - Salah satu fitur unggulan Nintendo Switch 2 adalah, dukungan resmi untuk game klasik GameCube yang tersedia melalui layanan Nintendo Online Expansion.
Meski pilihan judulnya masih terbatas (baru ada empat game seperti F-Zero GX, Soul Calibur 2, The Legend of Zelda: The Wind Waker, dan Mario Strikers), kualitas permainan yang ditawarkan tetap tinggi.
Namun, muncul pertanyaan penting dari komunitas, 'Apakah emulasi ini menambahkan input lag dibandingkan dengan hardware asli GameCube?'
Baca juga: Mario Smash Football Hadir di Nintendo Switch 2: GameCube Klasik Siap Bikin Lapangan Panas Lagi!
Benarkah Ada Tambahan Latensi di Switch 2?
Dalam pengujian langsung menggunakan metode frame-per-frame (240 fps), hasilnya memang menunjukkan bahwa Switch 2 menambahkan sekitar 50ms input lag saat memainkan F-Zero GX.
Pada GameCube asli, latensi input tercatat sebesar 71,8ms, sedangkan di Switch 2 dengan Pro Controller mencapai 124,1ms.
Bahkan ketika menggunakan kontroler GameCube asli via adapter USB, hasilnya tidak jauh berbeda, yaitu 123,5ms.
Bahkan dalam mode portable dengan layar bawaan Switch 2, latensi masih tinggi di angka 113,1ms.
Ini menunjukkan, penambahan delay terjadi terlepas dari mode bermain atau jenis kontroler yang kamu gunakan.
Apakah Lag Ini Mengganggu? Tergantung Gamenya
Dampak tambahan input lag ini tentu berbeda tergantung pada jenis permainan. Untuk game dengan ritme lambat seperti Wind Waker, kamu mungkin tidak terlalu merasakannya.
Tapi untuk game cepat seperti F-Zero GX atau aksi presisi seperti Soul Calibur 2, tambahan 3 frame delay bisa cukup mengganggu, terutama bagi pemain yang peka terhadap respons input.
Masalah Emulasi Lain: Sensitivitas Analog dan Frame Drop Rutin
Selain input lag, emulasi Switch 2 juga memiliki masalah dalam menginterpretasi gerakan analog stick.
Dalam F-Zero GX, kontrol stir terasa terlalu sensitif karena kurva kecepatan gerakan analog tidak sesuai dengan versi aslinya.
Hasilnya, bahkan dengan stick GameCube asli, mengarahkan kendaraan jadi lebih mudah menabrak- terlalu responsif pada input kecil.
Tak hanya itu, semua game GameCube di Switch 2 juga menunjukkan penurunan satu frame setiap 16–17 detik secara konsisten.
Ini mungkin disebabkan oleh ketidaksesuaian antara output 60Hz Switch 2 dan refresh rate asli GameCube (59,94Hz).
Meskipun hanya satu frame, pada kecepatan tinggi seperti di F-Zero GX, gangguan sekecil ini tetap terasa.
Peningkatan Resolusi dan Performa: Ada Kabar Baik Juga
Meski ada kekurangan, Switch 2 menghadirkan peningkatan resolusi signifikan.
Game yang sebelumnya berjalan di 640x528 (GameCube) kini tampil di 1280x900, memberikan visual yang lebih tajam.
Namun, efek ini tetap terbatas karena UI 2D seperti menu dan sprite masih tampak buram, contohnya pada menu karakter Mario Strikers.
Di sisi performa, Switch 2 menunjukkan peningkatan frame-rate di berbagai titik kritis.
Misalnya di F-Zero GX, area seperti Cylinder Knot dan garis finish yang biasanya menyebabkan drop di GameCube kini berjalan lancar di 60fps.
Soul Calibur 2 pun konsisten di 60fps, sedangkan Wind Waker tetap di 30fps seperti aslinya—sayangnya tanpa upaya peningkatan ke 60fps.
Untuk Mario Strikers, gameplay-nya kini lebih stabil meskipun cutscene tetap di 30fps, dan efek spesial masih bisa menyebabkan drop ke kisaran 50-an fps.
Emulasi GameCube di Switch 2 Masih Butuh Penyempurnaan
Dukungan GameCube di Nintendo Switch 2 merupakan langkah besar bagi pelestarian game klasik, tapi masih jauh dari kata sempurna.
Tambahan input lag, kurva analog yang kurang akurat, dan penurunan frame rutin adalah tiga hal utama yang perlu segera dibenahi Nintendo.
Namun, ada juga banyak nilai plus: peningkatan resolusi, perbaikan performa, dan kemudahan akses ke game legendaris yang dulunya hanya bisa dimainkan di konsol lama.
Kamu bahkan bisa memilih versi NTSC atau PAL untuk menyesuaikan dengan kebutuhan region.
Tapi untuk pemain yang mengejar presisi tinggi atau nostalgia otentik, emulasi GameCube di Switch 2 masih membutuhkan banyak penyempurnaan agar bisa mendekati pengalaman asli dari konsol era 2000-an.
Baca juga: Pantaskah Nintendo GameCube Menjadi Konsol yang Paling Diremehkan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net