INDOZONE.ID - Setelah kesuksesan mengejutkan dari Clair Obscur: Expedition 33, banyak penggemar JRPG mulai mempertanyakan arah masa depan Final Fantasy.
Apakah Square Enix akan kembali ke sistem turn-based klasik, atau tetap melanjutkan pendekatan full action seperti di Final Fantasy 16? Produser Final Fantasy 16, Naoki Yoshida, akhirnya angkat bicara dan memberikan pernyataan yang penuh pertimbangan.
Baca juga: Final Fantasy 9 Ulang Tahun ke-25: Nostalgia Dirayakan, Remake Masih Misteri
Naoki Yoshida: Tidak Ada Jawaban Pasti Soal Sistem Pertarungan
Dalam wawancara di ajang Anime Expo 2025, Yoshida mengomentari perdebatan antara turn-based dan action combat yang terus bergulir di kalangan penggemar Final Fantasy.
Menurutnya, membahas sistem pertarungan secara terpisah tidak cukup untuk mencerminkan keseluruhan visi kreatif dari setiap game.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya kemungkinan tidak akan terlibat langsung dalam Final Fantasy 17, sehingga ia tidak ingin membatasi visi kreatif dari tim pengembang berikutnya.
Clair Obscur Buka Harapan Baru untuk Penggemar Turn-Based
Sementara itu, keberhasilan Clair Obscur: Expedition 33, game bergaya turn-based dengan sentuhan aksi sinematik telah membangkitkan harapan di kalangan pemain yang merindukan gaya klasik
Game dari Sandfall Interactive ini disebut-sebut berhasil menghadirkan sistem pertempuran yang strategis namun tetap modern, menjadi "penanda arah" untuk genre RPG ke depannya.
Apakah Kembali ke Turn-Based Justru Langkah Mundur?
Beberapa pengamat berpendapat bahwa jika Square Enix kembali ke sistem turn-based untuk Final Fantasy 17, hal itu bisa dianggap sebagai langkah mundur, bahkan seperti menyerah untuk bersaing dengan nama-nama besar di genre ini seperti Atlus dan tentu saja Sandfall.
Namun di sisi lain, penjualan Final Fantasy 16 dan Final Fantasy 7 Rebirth yang tidak memenuhi ekspektasi telah membuka ruang untuk evaluasi mendalam.
Filosofi Final Fantasy: Selalu Ambil Risiko
Pencipta seri Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi, pernah menyatakan bahwa kekuatan utama dari seri ini adalah keberaniannya mengambil risiko.
Dalam sesi bersama Yoshida di Final Fantasy 14 Fan Fest 2023, ia menegaskan bahwa setiap entri harus berani mengeksplorasi sistem baru dan tidak hanya mengulang formula lama.
Pernyataan ini memperkuat karakter khas seri Final Fantasy, yaitu keragaman dan inovasi di setiap judul—baik dari sisi mekanik, cerita, hingga gaya visual.
Masa Depan Masih Terbuka: Taktik, Aksi, atau Klasik?
Untuk sekarang, Yoshida sendiri tengah terlibat dalam remaster Final Fantasy Tactics yang akan rilis pada September mendatang.
Meskipun berbasis sistem turn-based, game ini lebih fokus pada strategi taktis ketimbang pertarungan bergiliran konvensional.
Ini kembali menunjukkan betapa fleksibelnya seri Final Fantasy dalam mengeksplorasi berbagai jenis gameplay.
Harus Maju, Tapi Tidak Lupakan Akar
Apakah Final Fantasy 17 akan kembali ke format turn-based atau terus maju dengan pendekatan sinematik penuh aksi masih menjadi tanda tanya besar.
Namun satu hal yang pasti, seperti yang dikatakan Yoshida dan Sakaguchi, yang membuat Final Fantasy istimewa adalah keberaniannya mencoba hal baru.
Kuncinya bukan mengikuti tren, tapi menjadi pelopor dalam inovasi.
Baca juga: Plugin Kontroversial Final Fantasy 14 Akhirnya Ditutup Permanen Setelah Tuduhan Stalking Pemain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net