Selasa, 08 JULI 2025 • 12:30 WIB

Lies of P: Overture Tawarkan Fitur Mode Kesulitan Baru, Hadirkan Pengalaman Soulslike yang Lebih Ramah

Author

Lies of P: Overture Tawarkan Fitur Mode Kesulitan Baru(Sumber:X/Eurogamer) 

INDOZONE.ID - Setelah menuai pujian sebagai salah satu Soulslike terbaik di luar FromSoftware, Lies of P kembali hadir dengan ekspansi terbarunya yang berjudul Overture.

DLC ini tak hanya menyajikan pertarungan bos baru, senjata unik, dan area menakutkan, tapi juga memperkenalkan fitur yang selama ini jarang ditemukan di genre ini: opsi tingkat kesulitan.

Sebuah langkah berani yang membuat game ini semakin inklusif, tanpa mengorbankan tantangan khasnya.

Baca juga: Lies of P: Overture Dapat Update, Akses DLC Kini Lebih Mudah

Mode Kesulitan: Solusi Cerdas untuk Tantangan DLC yang Brutal

Salah satu isu klasik dalam game bergaya Soulslike adalah tingkat kesulitan yang bisa terasa sangat ekstrem, terutama di konten tambahan seperti DLC.

Hal ini juga terjadi pada Lies of P: Overture.

Banyak pemain mengeluhkan tingginya tingkat kesulitan di awal perilisan, yang membuat progres terasa berat bahkan bagi pemain berpengalaman.

Namun, pengembang merespons cepat dengan patch penyempurnaan dan sistem mode kesulitan.

Kini, kamu bisa menyesuaikan tantangan sesuai kemampuan dan keinginanmu.

Bahkan, pemain yang hanya ingin menikmati alur cerita tanpa stres bisa menurunkan tingkat kesulitan dan menjelajahi dunia game dengan lebih santai.

Fitur ini tak hanya tersedia di DLC, tapi juga berlaku untuk game utama, menjadikannya Soulslike yang lebih ramah bagi pemula maupun pemain kasual.

Inovasi Mekanik: Kustomisasi Senjata dan Desain Quest yang Lebih Terarah

Lies of P membawa angin segar di genre Soulslike dengan memperkenalkan sistem kustomisasi senjata yang fleksibel.

Kamu bisa mencampur dan mencocokkan bilah pedang dan gagang senjata, menyesuaikannya dengan build karakter tanpa perlu melakukan respec besar-besaran.

Sistem ini sangat mendukung tema "mekanis" dalam game, sejalan dengan kemampuan unik karakter melalui skill tree P-Organ yang ikonik.

Kombinasi Pertarungan Unik dan Atmosfer Horor Baru

Sisi pertarungan dalam Lies of P tetap menjadi daya tarik utama.

Sistem perfect block ala Sekiro, pemulihan HP seperti di Bloodborne, serta berbagai Fable Arts dan senjata tangan mekanik memberikan gaya bertarung yang dinamis dan memuaskan.

Semua elemen ini tetap dipertahankan di Overture, ditambah beberapa senjata baru seperti cakar tajam ala Wolverine yang sangat cocok untuk pertarungan cepat dan brutal.

Yang mengejutkan, suasana horor di Overture terasa lebih kuat.

Area seperti kebun binatang rusak dengan hewan zombifikasi, laboratorium eksperimental, dan rumah bangsawan yang menyeramkan lebih mengingatkan pada Resident Evil dibandingkan gaya Belle Epoque yang khas di awal game utama.

Overture: Tambahan yang Melengkapi dan Menyempurnakan

Secara keseluruhan, Lies of P: Overture adalah tambahan yang solid.

DLC ini melengkapi cerita utama dengan kisah asal-usul yang menjawab pertanyaan penting bagi penggemar lore.

Meski pada dasarnya menghadirkan lebih dari apa yang sudah sukses sebelumnya—bos menantang, senjata keren, pertarungan intens penambahan mode kesulitan menjadikannya sorotan utama yang paling berdampak.

Kemampuan untuk mengatur tantangan sesuai kebutuhan, terutama saat harus mengulang New Game+ untuk mengakses DLC, adalah bentuk empati pengembang terhadap para pemain.

Dan hal ini sangat jarang ditemui di game dengan genre yang terkenal keras ini.

Soulslike Kini Lebih Terbuka untuk Semua

Meski bayang-bayang FromSoftware masih mendominasi dunia Soulslike, Lies of P berhasil membuktikan bahwa game dengan inspirasi kuat bisa punya identitas sendiri.

Dengan DLC Overture, game ini semakin matang, fleksibel, dan terbuka bagi lebih banyak pemain.

Sebuah langkah maju yang berani dan layak diapresiasi.

Baca juga:  Lies of P: Overture Akan Alami Penyesuaian Tingkat Kesulitan di Update Mendatang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU