Selasa, 08 JULI 2025 • 15:30 WIB

Techland Batalkan Dua Proyek Game, Fokus Penuh pada Dying Light: The Beast Tanpa PHK

Author

Techland Batalkan Dua Proyek Game(Sumber:X/Eurogamer) 

INDOZONE.ID - Kabar terbaru datang dari studio pengembang Dying Light, yaitu Techland, yang dikonfirmasi membatalkan dua proyek game yang sedang dikembangkan.

Namun kabar baiknya, meskipun ada pembatalan tersebut, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di internal perusahaan.

Baca juga: Techland Tunda Kembali Perilisan Dying Light 2 ke Awal Tahun 2022 Mendatang

Tidak Ada Pengurangan Staf, Tim Dialihkan ke Proyek Lain

Dalam pernyataan resminya kepada Eurogamer, perwakilan Techland menyebut bahwa pengembangan game tidak selalu berjalan lurus, dan kadang dibutuhkan pendekatan baru agar bisa menciptakan karya yang luar biasa.

Meski dua proyek telah dibatalkan, seluruh pengembang dialihkan ke proyek lain yang ada dalam pipeline perusahaan.

Proyek RPG Fantasi Diduga Jadi Salah Satu yang Dibatalkan

Meskipun Techland tidak menyebutkan secara langsung proyek mana saja yang dibatalkan, banyak yang menduga salah satunya adalah RPG fantasi yang diumumkan pada Mei 2022.

Proyek ini sempat menarik perhatian karena melibatkan talenta dari studio ternama seperti CD Projekt Red, Arkane, dan Guerrilla Games.

CEO Techland, Paweł Marchewka, sebelumnya menyatakan bahwa mereka ingin membangun IP baru yang benar-benar berbeda dari Dying Light, dengan cita rasa next-gen dan dunia fantasi luas yang dibangun dari pengalaman serta semangat tim.

Fokus Utama: Dying Light: The Beast Rilis Agustus 2025

Untuk saat ini, Techland memilih fokus pada rilis Dying Light: The Beast, yang dijadwalkan meluncur pada 22 Agustus 2025 untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S.

Setelah peluncuran game ini, Techland berjanji akan mengungkap lebih banyak informasi terkait proyek-proyek masa depan mereka.

Kerugian Finansial Besar di Tahun 2024

Dalam laporan dari Pulz Biznesu dan data dari Pengadilan Nasional Polandia, Techland diketahui mencatat kerugian sebesar 135 juta zloty (sekitar £27,4 juta) sepanjang 2024.

Ini menjadi angka kerugian tertinggi dalam sejarah keuangan perusahaan, terutama setelah performa Dying Light 2 yang dirilis pada 2022 hanya terjual 5 juta kopi dalam dua bulan, cukup jauh jika dibandingkan dengan kesuksesan Dying Light pertama yang terjual 20 juta kopi hingga 2022.

Ekspansi Dying Light ke Media Lain

Meski harus merelakan beberapa proyek, Techland tetap mengembangkan semesta Dying Light ke ranah lain, termasuk board game dan webcomic, sebagai bagian dari strategi perluasan IP yang telah terbukti sukses besar.

Jalan Baru untuk Bertahan dan Berkembang

Dengan membatalkan proyek yang dianggap tidak lagi strategis dan mengalihkan seluruh fokus ke franchise utama mereka, Techland tampaknya tengah mengonsolidasikan kekuatan untuk menjaga stabilitas dan masa depan perusahaan.

Meskipun mengalami kerugian besar, keputusan untuk tidak melakukan PHK dan tetap menjaga tim utuh menjadi sinyal positif bahwa mereka ingin bertahan sekaligus berkembang dengan arah yang lebih fokus dan realistis.

Baca juga:  Techland Targetkan Perilisan Dying Light 2 di Tahun Ini 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU