INDOZONE.ID - Langkah kontroversial kembali dilakukan Riot Games.
Perusahaan di balik dua judul esports besar, League of Legends dan Valorant, kini membuka pintu bagi sponsor dari industri perjudian di liga profesional mereka.
Keputusan ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk menciptakan ekosistem esports yang berkelanjutan.
Kenapa Riot Games Izinkan Sponsor Judi?
Melalui sebuah pernyataan panjang dari John Needham, selaku kepala divisi publishing dan esports Riot Games, dijelaskan bahwa keputusan ini bukanlah sesuatu yang instan.
Selama bertahun-tahun, banyak tim profesional meminta agar Riot mempertimbangkan kerja sama dengan brand judi sebagai sumber pendanaan baru.
"Memang, taruhan olahraga bukan untuk semua orang dan kami tahu ada fans yang punya pendapat kuat soal ini.
Baca juga: Marvel Tokon: Fighting Souls Kejutkan Dunia Game Fighting, Siap Saingi 2XKO Milik Riot Games
Tapi faktanya, taruhan sudah terjadi di luar kendali kami, dan akan terus berlangsung," tulis Needham.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa sebelumnya Riot memang melarang sponsor dari sektor perjudian, namun setelah melalui proses analisis mendalam, akhirnya mereka memutuskan untuk membuka peluang kerja sama ini.
Fokus ke Wilayah Amerika dan EMEA
Kamu yang bermain atau mengikuti kompetisi di wilayah Amerika dan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) akan menjadi saksi langsung dari perubahan ini.
Untuk saat ini, Riot belum memberikan lampu hijau bagi sponsor judi di wilayah lain seperti Asia atau Amerika Latin.
Menariknya, menurut data dari perusahaan teknologi olahraga Sportradar, total nilai taruhan pada esports League of Legends saja mencapai lebih dari $10,7 miliar, dengan mayoritas dilakukan melalui situs ilegal tanpa lisensi resmi.
Melihat angka ini, Riot beralasan lebih baik mengatur dan mengawasi aktivitas tersebut daripada membiarkannya bebas tanpa regulasi.
Tiga Aturan Utama dalam Program Sponsor Baru
Untuk menjaga agar integritas kompetisi tetap terjaga, Riot menetapkan tiga aturan penting terkait sponsor judi:
1.
2.
3.Memperkuat pengawasan kompetisi, agar praktik seperti pengaturan skor tidak terjadi.
Langkah ini juga menjadi respons atas isu besar di komunitas Valorant tier dua, di mana sempat terungkap kasus kecurangan dan praktik "match-fixing" yang meresahkan.
Riot menegaskan akan menyaring setiap calon mitra sponsor secara ketat dan melakukan audit integritas pada semua tim yang terlibat.
Tidak Ada Iklan Judi di Siaran Resmi Riot
Sebagai bentuk kompromi, Riot Games memastikan bahwa siaran resmi mereka tidak akan menampilkan iklan dari perusahaan taruhan.
Namun, ada celah di sini: sekitar 40% penonton dari event besar seperti Worlds justru menonton melalui co-stream atau siaran komunitas, yang tidak dikendalikan langsung oleh Riot.
Artinya, co-streamers tetap bisa menerima sponsor dari brand judi tanpa larangan eksplisit.
Mengapa Semua Ini Terjadi?
Industri esports saat ini sedang dalam krisis keuangan.
Sejak pandemi COVID-19, banyak organisasi esports mengalami ekspansi besar-besaran yang tidak diimbangi dengan pendapatan tetap.
Baca juga: Valorant Mobile Resmi Diumumkan Riot Games, Disiapkan Rilis di China
Perusahaan besar yang dulu tertarik pada pasar anak muda kini mulai mundur.
Tanpa tiket pertandingan seperti olahraga tradisional, tim esports kesulitan menciptakan sumber pemasukan stabil.
Sementara itu, banyak tim mencari modal dari mana saja, termasuk dari Saudi Arabia lewat ajang seperti Esports World Cup.
Tapi seperti yang kamu tahu, ini penuh kontroversi karena adanya isu sportswashing—penggunaan olahraga untuk memperbaiki citra negara yang punya catatan pelanggaran HAM.
Sayangnya, bahkan sumber dana dari Timur Tengah ini tak bisa dijamin akan terus mengalir.
Karena itulah, sponsor judi kini dianggap sebagai pilihan realistis bagi kelangsungan hidup tim esports profesional.
Risiko yang Tidak Bisa Diabaikan
Walaupun memberikan solusi jangka pendek, membuka pintu untuk sponsor judi tentu bukan tanpa risiko.
Taruhan bisa menjadi kebiasaan adiktif yang menghancurkan hidup.
Data dari pemerintah Inggris menunjukkan bahwa orang dengan masalah perjudian memiliki risiko bunuh diri yang jauh lebih tinggi dibanding populasi umum.
Riot Games kini berada di persimpangan antara idealisme dan kenyataan bisnis.
Di satu sisi, mereka ingin menjaga integritas dan edukasi, namun di sisi lain industri esports memang sedang sangat membutuhkan dana segar.
Sebagai penonton atau pemain, bagaimana pandanganmu? Apakah membuka pintu untuk sponsor judi merupakan langkah maju atau justru mundur dalam dunia esports?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net