INDOZONE.ID – Rematch, game sepak bola arkade dari Sloclap, tengah naik daun dan berhasil mencuri hati banyak gamer—termasuk kamu yang suka tantangan dan permainan kompetitif.
Tapi satu hal yang bikin frustrasi? Banyak pemainnya belum paham konsep paling dasar dalam sepak bola: mengoper bola!
Bagi kamu yang belum familiar, Rematch adalah game sepak bola 3v3 hingga 5v5 dengan gaya arkade yang unik.
Bayangkan Rocket League, tapi bukan pakai mobil, melainkan manusia sungguhan.
Game ini tersedia di PC, PS5, dan Xbox Series X|S, dan disebut-sebut sebagai pengalaman sepak bola digital yang beda dari yang lain.
Baca juga: Game Baru Xbox Game Pass Juni 2025: Dari FBC: Firebreak hingga Rematch dan Warcraft Remastered
Game Bola Seru, Tapi Penuh Kekacauan
Secara gameplay, Rematch bukan tipe game bola yang "membantu" kamu bermain keren. Sebaliknya, game ini menuntut kamu untuk benar-benar memahami kontrol dan koordinasi.
Salah sedikit arah saat oper atau tembakan, bola bisa langsung ke pemain lawan. Gagal membaca arah bola? Bisa jadi bencana di depan gawang sendiri.
Namun masalah utamanya bukan soal mekanik. Masalahnya adalah pemain yang ogah mengoper bola.
Banyak yang terlalu sibuk ingin jadi bintang lapangan, bahkan kiper pun sering nekat menggiring bola ke depan alih-alih mengumpan ke teman setim. Alhasil, momen konyol pun tak terhindarkan: gawang kosong dan gol mudah untuk lawan.
"Good Job" Jadi Sindiran?
Fitur pesan cepat dalam game sebenarnya sangat membantu komunikasi. Tapi ironisnya, kalimat seperti “Good job!” sekarang malah sering dipakai sebagai sindiran ketimbang pujian.
Misalnya ketika seorang kiper mencoba menggiring bola sejauh mungkin tapi akhirnya kehilangan bola dan kebobolan, kamu mungkin refleks menekan tombol “Good job!”—bukan sebagai pujian, tapi lebih ke: “Ya ampun, hebat banget ya keputusanmu itu!”
Tingkat Lanjut Bikin Harapan Muncul
Untungnya, dalam mode ranked, permainan cenderung lebih rapi. Para pemain mulai sadar pentingnya kerja tim dan saling mengoper.
Tapi tetap saja, sistem skor dalam game ini masih lebih memihak mereka yang egois dan sering cetak gol, bukan mereka yang main taktis dan bantu tim.
Diharapkan ke depannya, Sloclap sebagai pengembang bisa menambahkan sistem reward untuk pemain yang bermain secara kolektif. Kalau tidak, kekacauan akan terus berulang dan para pemain yang ingin main serius akan cepat bosan.
Jadi, buat kamu yang main Rematch, yuk mulai dari hal sederhana: oper bolanya! Sepak bola bukan soal pamer skill individual, tapi tentang kerja sama dan strategi.
Kalau kamu terus-terusan main sendiri, jangan salahkan teman satu tim yang mulai menyindir pakai “Good job!”
Baca juga: Komunitas CS:GO Serang Flashpoint Usai Perbolehkan Rematch NiP Vs Anonymo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net