Rabu, 25 JUNI 2025 • 12:20 WIB

MindsEye Gagal Total di Konsol Meski Sudah Dapat Patch Terbaru, PS5 dan Xbox Tersiksa

Author

MindsEye Gagal Total di Konsol Meski Sudah Dapat Patch Terbaru(Sumber:X/Eurogamer)

INDOZONE.ID - MindsEye, game debut dari developer Build a Rocket Boy, ternyata belum juga membaik meski telah menerima update terbaru.

Dengan harga yang cukup tinggi  sekitar Rp900 ribuan, game ini justru menuai kritik tajam karena performa teknisnya yang sangat mengecewakan.

Update versi 1.07 (PS5) dan 1.04.4 (Xbox) yang dirilis pada 18 Juni 2025 pun tidak membawa peningkatan signifikan.

Bahkan, Sony sampai memberikan opsi refund bagi pembeli di PlayStation Store—langkah yang jarang diambil dan mengingatkan kita pada peluncuran kacau Cyberpunk 2077 tahun 2020 silam.

Baca juga: MindsEye Resmi Dirilis, Tapi Penuh Bug dan Masalah Teknis: Developer Janji Update Performa Segera

Performa Buruk Meski Pakai Unreal Engine 5

Sebagai game berbasis Unreal Engine 5, MindsEye sebenarnya menawarkan fitur-fitur canggih seperti Nanite, Lumen, serta simulasi kendaraan realistis.

Tapi sayangnya, semua teknologi itu justru membebani CPU konsol, mengakibatkan frame-rate anjlok ke bawah 30fps, bahkan di PS5 Pro.

Selain itu, tidak ada pilihan mode grafis, hanya satu opsi 30fps dengan kualitas gambar yang bervariasi.

  • PS5 dan Xbox Series X: resolusi dinamis berkisar antara 972p–1008p.
  • PS5 Pro: peningkatan resolusi ke rata-rata 1296p, tapi peningkatan visual lainnya minim.
  • Xbox Series S: resolusi rendah sekitar 720p–756p dengan kualitas grafis yang sangat diturunkan.

Di semua platform, screen tearing, frame pacing tak konsisten, dan efek buram menjadi masalah utama.

Bahkan pada saat adegan aksi seperti misi kejar-kejaran atau baku tembak on-rails, frame-rate bisa terjun ke 18fps, membuat gameplay terasa tidak nyaman.

Kinerja yang Tak Layak di Semua Konsol

Bahkan di konsol terbaru sekalipun, pengalaman bermain MindsEye terasa berat.

PS5 Pro mengalami frame pacing ekstrem dengan waktu antar frame yang terus melonjak dari 16ms, 33ms, hingga 80ms.

Ini membuat permainan terasa tersendat, terutama saat berkendara cepat atau menembak di tengah lalu lintas padat.

Sementara itu, Xbox Series X masih bisa sedikit lebih stabil dengan frame-rate jarang turun di bawah mid-20s, namun tidak cukup untuk menyelamatkan pengalaman.

Yang paling buruk adalah di Xbox Series S, di mana kualitas visual sangat rendah, frame-rate bisa menyentuh 18fps, bahkan sampai crash dan memaksa restart game.

 Banyak pemain lain juga melaporkan crash yang serupa.

Baca juga: MindsEye Siap Menggebrak, Trailer Terbaru dan Roadmap Pasca-Peluncuran Diumumkan

Bug Merajalela dan AI Bermasalah

Masalah teknis lainnya juga tidak kalah parah.

Mulai dari AI musuh yang diam saja, animasi yang kacau, musuh yang menghilang setelah mati, hingga kendaraan yang melayang karena menabrak objek kecil.

Bahkan, lalu lintas kota dalam game terasa absurd—kendaraan AI bisa dengan bodohnya menabrak kamu tanpa alasan, dan dalam beberapa kasus, kendaraan target misi malah terjebak di tempat parkir, membuat misi tak bisa diselesaikan.

Ada Potensi, tapi Terlalu Jauh dari Kata Siap

Memang, ada beberapa elemen yang menjanjikan di MindsEye.

Sistem fisika kendaraan, handling mobil, serta animasi karakter saat cutscene terbilang memuaskan.

Detail wajah, ekspresi, dan gerakan mata digarap dengan baik berkat motion capture.

 Namun, semua itu tak cukup menyelamatkan keseluruhan pengalaman yang rusak karena bug dan performa buruk.

Tidak Direkomendasikan Saat Ini

Jika kamu sedang mempertimbangkan untuk membeli MindsEye, sebaiknya tunggu dulu.

 Saat ini, game ini masih jauh dari kata layak dimainkan.

Meski menyimpan sedikit potensi sebagai game aksi dunia terbuka, MindsEye butuh banyak waktu dan perbaikan agar benar-benar bisa dinikmati.

Apakah Build a Rocket Boy akan memperbaiki semuanya lewat patch atau justru perlu menarik game dari pasaran, masih jadi tanda tanya besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eurogamer.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU