Jumat, 30 MEI 2025 • 09:15 WIB

AI Grok Punya Elon Musk Akan Hadir di Telegram dengan Sentilan Khas

Author

Aplikasi perpesanan Telegram. (REUTERS/Thomas White)

INDOZONE.ID - Aplikasi pesan terenkripsi Telegram baru saja menambahkan bumbu baru dalam fitur obrolannya.

Kali ini, mereka menggandeng Grok, chatbot kontroversial besutan Elon Musk yang dikenal dengan jawaban sarkastik dan tak terduga.

Kolaborasi senilai 300 juta dolar ini akan membawa kecerdasan buatan tersebut ke lebih dari 900 juta pengguna aktif bulanan Telegram, meski sempat menjadi fitur eksklusif bagi pengguna premium sebelumnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi untuk Memantau Penggunaan Listrik Rumah

Grok Si Asisten Sarkastik Hadir di Setiap Obrolan

Pavel Durov, CEO Telegram, memperlihatkan bagaimana Grok bisa dipasang di bagian atas chat atau dipanggil melalui bilah pencarian.

AI ini bukan sekadar menjawab pertanyaan biasa, melainkan juga bisa merangkum obrolan grup, membuat stiker, hingga bertindak sebagai moderator komunitas.

Yang menarik, Grok membawa ciri khasnya yang blak-blakan dan terkadang nyeleneh - sebuah pendekatan yang kontras dengan chatbot lain yang cenderung lebih diplomatis.

Dengan kesepakatan ini, Telegram akan mendapatkan 50% dari pendapatan langganan Grok yang dilakukan melalui aplikasinya.

Ini merupakan langkah strategis untuk bersaing dengan Meta AI yang sudah lebih dulu terintegrasi di WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Baca Juga: Xiaomi Hadirkan Powerbank Magnetik 5000mAh Super Tipis, Hanya 8,7mm!

$300 Juta untuk Akses ke Data Pengguna

Nilai fantastis yang dibayarkan xAI bukan tanpa alasan. Telegram menjadi pintu masuk bagi Grok untuk mempelajari interaksi nyata ratusan juta pengguna.

Data percakapan ini sangat berharga untuk melatih model AI agar lebih memahami berbagai nuansa percakapan manusia, mulai dari yang santai hingga diskusi serius.

Namun, kolaborasi ini juga menuai kritik. Banyak yang mempertanyakan bagaimana data pengguna akan digunakan dan apakah percakapan pribadi akan menjadi bahan pelatihan untuk Grok.

Telegram dan xAI sendiri belum memberikan penjelasan rinci mengenai perlindungan privasi dalam integrasi ini.

Tantangan Moderasi dan Sensitivitas Konten

Meski Durov menunjukkan kemampuan Grok dalam membersihkan obrolan dari spam, karakter chatbot ini bisa menjadi bumerang.

Dalam diskusi sensitif atau debat panas, gaya Grok yang sarkastik berpotensi memicu kesalahpahaman.

Belum lagi risiko misinterpretasi konteks yang bisa berujung pada respons tidak tepat.

Hadirnya Grok mungkin disukai beberapa pengguna karena keunikannya.

Sementara, orang lainnya mungkin akan segera mencari cara untuk menghilangkannya karena ketidaksukaan - seperti yang terjadi pada Meta AI.

Yang pasti, kehadiran Grok akan mengubah dinamika obrolan di Telegram, membawa pengalaman baru yang tak akan pernah membosankan.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Techradar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU