INDOZONE.ID - Lenovo ikut meramaikan pasar handheld gaming dengan meluncurkan Lenovo Legion Go S, versi lebih ramping dan murah dari Legion Go original.
Harganya sekitar S$899, jadi lebih ramah kantong. Tapi, makin murah nggak selalu berarti makin oke, apalagi buat urusan gaming yang butuh performa tinggi.
Baca Juga: Lenovo Tab One Rilis! Tablet 10 Inci dengan Dolby Atmos dan Layar Full HD
Desainnya Kecil, Tapi Nggak Bisa Dibilang Ringkas
Sekilas, Go S tampak lebih kompak. Tapi dengan bobot 740 gram dan panjang hampir 30 cm, perangkat ini tetap terasa besar di tangan. Mau dibawa ke mana-mana, tetap butuh tas khusus.
Yang bikin agak kecewa, fitur andalan di versi sebelumnya seperti kickstand dan kontroler lepas-pasang kini dihilangkan.
Baca Juga: Lenovo Membuat Chip Sendiri untuk Yoga Pad Pro 14.5, Ini Bocoran Konfigurasi Intinya
Desain Go S jadi lebih mirip ROG Ally yang biasa-biasa aja. Untungnya, build quality masih solid, tombol-tombol dan analog stick-nya terasa nyaman dipakai.
Layarnya sendiri cukup menjanjikan: panel IPS 8 inci dengan resolusi 1920x1200 dan refresh rate 120Hz.
Tampilan tajam dan mulus, meski tetap kalah menarik dibanding layar OLED milik Steam Deck OLED.
Baca Juga: 3 Laptop Terbaru Lenovo Aura Edition 2025 Buat Bisnis, Harga Mulai Rp40 Jutaan
Performa Pas-pasan, Cocoknya Buat Game Ringan
Pakai chip AMD Ryzen Z2 Go, Go S lebih mengutamakan efisiensi daya daripada tenaga.
RAM 16GB LPDDR5X dan SSD 512GB memang terdengar gahar, tapi buat main game berat seperti Cyberpunk 2077, frame rate-nya sering mentok di bawah 30fps.
Baca Juga: Laptop Lenovo AI Aura Edition Dirilis di Indonesia: Ada 3 Model, Mana Pilihan Kamu?
Bahkan dengan bantuan FSR, tetap belum cukup buat pengalaman gaming yang stabil.
Game ringan atau klasik seperti GTA: San Andreas masih jalan lancar. Tapi buat yang berharap main judul AAA dengan mulus, mending pikir dua kali.
Dibanding ROG Ally X yang pakai Ryzen Z1 Extreme, Go S memang jauh tertinggal.
Baterai Irit Tapi Gampang Loyo Saat Gaming
Baterai 55,5Wh di atas kertas terlihat cukup besar. Untuk tugas ringan kayak browsing, nonton, atau kerja dokumen, daya tahannya bisa tembus 4 jam lebih.
Tapi kalau dipakai main game berat, apalagi tanpa dicolok charger, cuma kuat sekitar 75 menit sebelum harus cari colokan lagi.
Baca Juga: Lenovo Produksi Laptop dan Desktop Berbasis AI di Batam, Resmi Penuhi TKDN Lokal
Buat ukuran handheld gaming, ini termasuk boros. Perangkat jadi kurang ideal buat diajak mobile gaming tanpa jeda.
Fast charging memang ada, tapi tetap butuh waktu lebih dari sejam buat isi penuh. Jadi, kalau mau sesi gaming panjang, siapin power bank atau main dekat stop kontak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hardwarezone