INDOZONE.ID - Menjajal Samsung Galaxy S25 Ultra datang dalam momen yang menarik. Indozone bersama beberapa rekan media berkesempatan "kencan singkat" dengan HP flagship ini.
Uji coba berlangsug di acara Galaxy Festival di Basket Hall Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 16 Februari 2025.
Acara ini bukan sekadar hands-on biasa, melainkan dipadukan dengan konser dari RAN, Diskoria, Yura Yunita, hingga Dewa 19 feat Ello.
Kesempatan yang pas untuk menguji performa kamera Galaxy S25 Ultra. Soalnya, pencahayaan konser yang dinamis dan minim akan membuat kamera HP sulit menghasilkan foto yang tajam.
Baca Juga: Bocoran! Samsung Pakai Kamera 200 MP di HP Tipis Galaxy S25 Edge
Kokoh tapi Licin
Saat pertama kali menggenggamnya, Galaxy S25 Ultra terasa solid di tangan. Hal ini berkat bingkai titanium kelas 5 yang digunakan, sementara bagian depan dan belakang dilapisi kaca Corning Gorilla Armor 2.
Namun, ada satu hal yang langsung terasa, di bagian belakangnya agak licin. Padahal, tangan saya dalam kondisi kering.
Mungkin bagi sebagian orang ini bukan masalah besar, tapi disarankan menggunakan pelindung atau case HP agar lebih nyaman.
Tapi saya tidak ingin terlalu lama mengomentari bodinya. Fokus utama saya ada di kameranya.
Baca Juga: Ini Kelebihan Fitur AI Samsung Galaxy S25 agar Produktif Membuat Konten
Uji Kamera di Konser
Sebelum konser dimulai, kami mendapat sesi singkat bersama fotografer konser Reza Febrio, yang menjelaskan keunggulan Nightography di Galaxy S25 Ultra.
Nightography, sebenarnya istilah untuk Mode Night di Galaxy S25 Ultra.
Singkatnya, fitur ini dirancang untuk menangkap detail maksimal di kondisi low light tanpa banyak noise.
Benar saja! Kamera 200 MP sangat baik dalam menangkap suasana panggung dengan pencahayaan yang terus berubah.
Detailnya tetap tajam, warna akurat, dan noise hampir tidak terasa, bahkan saat memotret dalam mode zoom.
Lensa ultrawide 50 MP gak kalah apik. Foto panggung yang saya ambil memperlihatkan kerumunan penonton dengan jelas.
Sementara itu, kamera telefoto 50 MP dengan 5x zoom berhasil menangkap ekspresi wajah musisi dari kejauhan dengan cukup detail.
Stabilisasinya bekerja baik, mengurangi efek getaran tangan saat memotret tanpa tripod.
Kamera dengan 3x zoom juga cukup membantu untuk framing yang lebih dekat, tanpa kehilangan terlalu banyak kualitas gambar.
Di bagian depan, kamera selfie 12 M juga memberikan hasil yang mentereng. Tajam dan warna yang solid.
Baca Juga: Galaxy S25 Ultra Kalahkan iPhone 16 Pro Max untuk Urusan Performa!
Fitur Nightography dan Generative Edit
Keunggulan utama dalam kondisi low light jelas ada di Nightography.
Teknologi ini mengoptimalkan cahaya yang masuk ke sensor, mengurangi noise, dan meningkatkan ketajaman gambar.
Hasilnya tetap natural, tidak overprocessed, dan suasana konser tetap terasa seperti aslinya.
Saya juga sempat mencoba fitur Generative Edit. Fitur ini menggunakan AI untuk menambahkan atau menghapus objek dalam foto.
Lagi-lagi hasilnya sangat rapi dan realistis, bahkan saat menghilangkan objek yang mengganggu.
Namun, ada watermark kecil di hasil foto yang diedit dengan AI ini. Tapi tenang aja, kamu tinggal crop, lalu hilang deh watermark-nya.
HP flagship ini tersedia dengan pilihan kapasitas 256GB, 512GB, hingga 1TB, dengan RAM 12GB.
Di Indonesia Samsung Galaxy S25 Ultra dijual dengan harga Rp22.999.000 untuk memori internal 256 GB.
Sementara untuk ruang penyimpanan 512 GB tersedia dengan harga Rp24.999.000, dan varian 1 TB ditawarkan seharga Rp28.999.000.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung, Amatan