INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi wearable terus menunjukkan kemajuan, dengan smartwatch kini tidak hanya berfungsi sebagai pelacak aktivitas fisik, tetapi juga sebagai alat pemantau kesehatan.
Huawei meluncurkan produk terbarunya, Huawei Watch D2, yang dilengkapi dengan fitur canggih, terutama untuk memantau tekanan darah.
Smartwatch ini merupakan kelanjutan dari model sebelumnya, Huawei Watch D, yang sudah dikenal dengan kemampuan pengukur tekanan darahnya.
Kini, Watch D2 hadir dengan fitur tambahan modern, yaitu Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM).
Fitur Unggulan Huawei Watch D2
1. Desain Elegan dan Fungsionalitas Meningkat
Huawei Watch D2 memiliki desain bulat yang lebih modern dibandingkan versi sebelumnya yang berbentuk kotak.
Ukuran layarnya meningkat dari 1,64 inci menjadi 1,82 inci, memberikan tampilan yang lebih menarik.
Baca Juga: Huawei MatePad Pro 12.2-inch: Tablet Profesional yang Bisa Melakukan Segalanya!
Tersedia dalam dua pilihan warna, emas dan hitam, smartwatch ini cocok untuk berbagai pengguna.
2. Pemantauan Tekanan Darah 24 Jam dengan ABPM
Fitur ABPM memungkinkan pengguna untuk memonitor tekanan darah secara terus-menerus selama 24 jam.
Ini membantu mengurangi kemungkinan kesalahan diagnosis, seperti hipertensi "white coat" (tekanan darah tinggi hanya saat di klinik) dan hipertensi "masker" (tekanan darah normal di klinik tetapi tinggi dalam aktivitas sehari-hari).
Pengguna dapat melacak pola tekanan darah mereka sepanjang hari, termasuk hipertensi nokturnal.
3. Pengukuran Mudah dengan Tensi Elektronik Terintegrasi
Tali pengikat Huawei Watch D2 terbuat dari kain khusus yang berfungsi sebagai manset pengukur tekanan darah.
Pengguna cukup menekan fitur pengukur, meletakkan tangan di dada, dan hasil tekanan darah akan muncul dalam waktu singkat.
Ini memudahkan individu yang mengalami hipertensi untuk memantau kondisi mereka tanpa perlu membawa alat tensimeter besar.
4. Fitur Kesehatan Lengkap
Selain pemantauan tekanan darah, Watch D2 dilengkapi dengan fitur kesehatan lainnya, seperti analisis aritmia, deteksi kekakuan arteri, dan kesadaran pernapasan saat tidur untuk mendeteksi gangguan tidur.
Fitur Health Glance memungkinkan pengguna memeriksa detak jantung, tekanan darah, oksigen darah, dan EKG hanya dengan sekali klik.
Baca Juga: Huawei Watch Ultimate: Smartwatch Berteknologi Canggih dengan Desain Mewah
5. Integrasi dengan Aplikasi Huawei Health
Aplikasi Huawei Health kini memiliki fitur Health Community yang memungkinkan pengguna berbagi data kesehatan dengan orang lain.
Ini sangat berguna, terutama bagi mereka yang memiliki keluarga dengan kondisi kesehatan khusus.
Aktivitas Fisik dan Daya Tahan Baterai
Huawei Watch D2 menawarkan lebih dari 80 mode olahraga, mencakup berbagai aktivitas seperti lari dan bersepeda.
Informasi yang diberikan sangat komprehensif, mencakup kecepatan, lokasi, dan detak jantung.
Daya tahan baterai dapat mencapai 6 hari dalam penggunaan normal, meskipun penggunaan intensif untuk pemantauan tekanan darah dapat mengurangi daya tahan menjadi sekitar 4 hari.
Baca Juga: Spesifikasi Huawei MatePad Air 2024: Tablet Premium dengan Fitur Canggih dan Desain Menawan
Huawei Watch D2 merupakan pilihan ideal bagi individu yang memiliki masalah tekanan darah atau yang ingin memantau kesehatan dengan lebih teliti.
Meskipun tidak menggantikan peralatan medis, smartwatch ini memberikan data akurat untuk meningkatkan kualitas hidup penggunanya.
Fitur ABPM dan kemampuannya dalam pemantauan kesehatan sepanjang hari menjadikannya investasi berharga, terutama bagi mereka yang memerlukan pemantauan rutin.
Harga dan Ketersediaan
Penjualan Huawei Watch D2 akan dimulai pada 1 November 2024, dengan harga Rp5.499.000.
Setiap pembelian juga dilengkapi dengan hadiah Huawei Free Buds 5i serta jaminan selama dua tahun.
Dengan berbagai fitur dan keunggulan yang ditawarkan, smartwatch ini sangat layak dipertimbangkan, terutama bagi individu yang memperhatikan kesehatan pribadi atau orang terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Sobat HAPE