Apple Developer Academy 2020 menghasilkan anak bangsa yang berbakat.
Setelah menjalani pendidikan selama 10 bulan, acara Apple Graduation digelar di Bumi Serpong Damai (BSD City), Selasa (14/1/2020).
Dalam Apple Graduation batch kedua itu ditampilkan beberapa aplikasi buatan anak bangsa. Hebatnya, aplikasi ini hadir seolah menjawab kebutuhan masyarakat.
Apa sajakah itu?
Qiroah
Aplikasi ini dibangun untuk menjawab umat Muslim yang ingin mendalami Al Quran. Saat membaca Al Quran dengan bacaan yang benar sesuai tajwid.
Seolah memiliki guru mengaji dalam genggaman, aplikasi ini mengajarkan pengguna bagaimana bacaan yang baik. Dalam mengembangkan aplikasi ini, pengembang menggunakan teknologi seacam mesin untuk mengulang.
Dalam salah sat pelajarannya, pengguna diminnta untuk mengikuti bacaan dalam Qiroah.
Teman Netra
Aplikasi ini dibuat untuk menjawab kebutuhan teman-teman tuna netra. Jadi, kesulitan untuk membaca tulisan sudah bukan halangan. Apalagi, saat ingin berbelanja.
Dengan menggunakan kamera, pengguna dibimbing mengenai hasil bacaan atau produk yang ingin dibeli. Dengan menggunakan teknologi optical recognition, pengguna bisa dengan mudah diberitahu.
Jadi, saat memindai, akan ada suara yang menyebutkan hasil tulisan tersebut. Hebatnya, aplikasii ini tidak perlu menggunakan sambungan internet.
Leastric
Pengembangan aplikasi ini dibuat karena mahal dan borosnya penggunaan listrik. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini dibuat untuk memantai penggunaan listrik.
Leastric juga bisa melihat tagihan listrik. Selain itu, penggunaan yang memakan daya listri terbanyak juga akan terpantau.
Jadi, tak ada istilah tagihan listrik jebol. Menggunakan aplikasi ini, user diminta untuk mematikan alat yang tak digunakan untuk menghemat daya.
Hearo
Satu lagi, aplikasi yang memudhakan untuk teman yang memiliki kebutuhan khusus. Aplikasi ini sengaja dibuat untuk tuna rungu. Jadi, teman-teman tuna rungu bisa berinteraksi seperti biasanya.
Aplikasi ini menerjemahkan bahasa isyarat menjadi Bahasa Indonesia. Hasilnya, berupa teks yang bisa dibaca atau audio yang bisa didengar.
Aplikasi ini menggunakan high accurancy bahasa transcription. Jadi, tak ada lagi masalah dalam perbedaan bahasa.
Canting
Aplikasi untuk mengetahui soal batik, mulai dari fungsi, kegunaan hingga sejarah. Batik merupakan kekayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Dengan dikemas menggunakan teknologi tiga dimensi (3D), diharapkan generasi milenial dan gen Z bisa lebih mengenal batik.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna seolah merasakan membuat batik, mulai dari menggambarnya menggunakan canting, hingga menyelesaikan gambarnya. Bahkan, saat batik yang telah jadi pun dijemur.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: