Dalam video tersebut Mark menyebutkan bahwa orang yang memiliki akses dan kendali penuh terhadap data, rahasia, dari banyak orang dapat menguasai masa depan.
Tentunya perkataan dari video tersebut kemudian viral karena banyak penonton yang menanggap bahwa orang yang memiliki data privasi dari banyak orang adalah dirinya sendiri.
Namun ternyata setelah ditelusuri, Video tersebut merupakan video palsu yang telah dibuat dengan menggunakan teknologi Deep Fake.
Ya Deep Fake sendiri adalah sebuah teknologi yang dikembangkan menggunakan Artificila Intelligence. Teknologi tersebut dapat membuat video seseorang untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya mereka tidak pernah mengatakannya sama sekali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber:
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU