Kamis, 16 JULI 2026 • 09:20 WIB

Alasan Slot MicroSD Lenyap dari Ponsel Modern

Author

Ilustrasi microsd (kingston.com)

INDOZONE.ID - Menelusuri perkembangan teknologi gawai dari waktu ke waktu sering kali membawa kamu pada kenangan masa lalu yang indah, salah satunya adalah keberadaan slot microSD.

Pada masa awal kejayaan Android, fitur ini merupakan komponen wajib yang hampir selalu bisa kamu temukan di setiap perangkat, terutama ketika memori internal bawaan ponsel masih sangat terbatas di angka 8 atau 16GB.

Keberadaan kartu memori eksternal ini menjadi daya tarik utama karena memberikan kebebasan bagi kamu untuk menambah ruang penyimpanan foto, video, musik, hingga aplikasi secara mandiri setelah membeli gawai.

Namun, jika kamu memperhatikan kondisi pasar saat ini, fitur ikonik tersebut telah lenyap secara perlahan dan hampir mustahil ditemukan pada jajaran ponsel kelas atas terbaru.

Baca juga: Mengatasi Gangguan Ngeframe saat Main Game, Pahami Penyebab dan Solusinya!

Proses hilangnya dukungan memori eksternal ini sebenarnya tidak terjadi dalam satu waktu yang singkat secara serentak, tapi melalui kesepakatan seluruh produsen global.

Kebijakan ini bergulir secara bertahap selama bertahun-tahun melalui keputusan mandiri masing-masing vendor yang sering kali memicu perdebatan di kalangan pengguna setia.

Sementara beberapa merek besar seperti Apple dan Google memang sejak awal tidak pernah mengadopsi fitur ini pada lini iPhone maupun Pixel milik mereka.

Melalui pemahaman mengenai transformasi ini, kamu bisa melihat bagaimana industri ponsel bergeser dari penyediaan fleksibilitas fisik menuju optimalisasi sistem penyimpanan internal yang tertutup.

Baca juga: Redmi Note 17 Pro Resmi Meluncur, Andalkan Baterai 9.000mAh dan Bodi Lebih Tangguh

Penghapusan Slot Kartu Memori

Pemicu Awal Satu Dekade Lalu

Tren untuk menyingkirkan slot memori eksternal ini sebenarnya sudah mulai terdeteksi oleh para pengamat teknologi sejak tahun 2015 yang lalu.

Pada momen tersebut, raksasa teknologi Samsung sempat mengejutkan publik dengan menghapus slot kartu memori pada lini Galaxy S6, meskipun mereka sempat mengembalikannya setahun kemudian pada seri penerusnya.

Langkah awal ini menjadi sinyal pertama bahwa produsen mulai bereksperimen untuk membatasi ruang penyimpanan fisik luar.

Pembersihan Permanen pada Lini Ponsel Premium

Keputusan untuk benar-benar menyudahi era memori eksternal secara total akhirnya diambil oleh Samsung saat mereka merilis lini unggulan Galaxy S21 pada tahun 2021.

Baca juga: Sony Digugat Anggota DPR Meksiko usai Putuskan Hentikan Produksi Game PS5 Fisik

Sejak saat itu, jajaran ponsel flagship mereka tidak pernah lagi dibekali dengan lubang pembaca kartu memori tambahan.

Langkah drastis ini menandai berakhirnya era kebebasan memilih kapasitas memori bagi kamu yang gemar membeli ponsel kelas atas.

Dampak pada Jajaran Ponsel Kelas Menengah

Kebijakan penghapusan fitur ini tidak berhenti di kelas premium saja, melainkan terus menjalar hingga ke lini ponsel pintar dengan harga yang lebih terjangkau.

Kamu dapat melihat buktinya ketika Samsung resmi menghilangkan slot memori pada varian ramah kantong seperti Galaxy A36 dan A56.

Langkah serupa juga diikuti oleh Huawei yang membersihkan slot memori pada seri Mate mereka, serta Motorola yang menghapusnya dari lini Edge sejak beberapa tahun lalu.

Alasan Produsen Menghilangkan Fitur MicroSD

Ketimpangan Kecepatan Performa Transfer Data

Salah satu pembenaran teknis yang sering kali dilontarkan oleh produsen kepada kamu adalah masalah kesenjangan kecepatan baca tulis data.

Kartu memori generik yang dijual bebas di pasaran dinilai sama sekali tidak mampu mengimbangi kecepatan super dari memori internal modern berteknologi UFS.

Menggunakan kartu memori yang lambat dikhawatirkan akan merusak keseluruhan pengalaman kamu saat mengoperasikan aplikasi berat atau merekam video resolusi tinggi.

Mengejar Keuntungan Finansial dari Opsi Peningkatan Kapasitas

Faktor utama yang paling menentukan di balik hilangnya slot kartu memori ini tidak lain adalah demi mendongkrak profitabilitas perusahaan.

Dengan menyediakan kapasitas penyimpanan yang bersifat permanen sejak awal, produsen secara halus memaksa kamu untuk langsung membeli varian memori yang lebih besar saat pertama kali bertransaksi.

Strategi ini membuat perusahaan bisa mematok harga peningkatan memori internal yang sangat mahal dan berkali-kali lipat.

Monopoli Harga Penjualan Memori Internal

Ketiadaan alternatif penyimpanan murah membuat kamu tidak memiliki pilihan lain selain tunduk pada skema harga yang ditentukan oleh pihak pabrikan.

Sebagai gambaran nyata, kamu harus merogoh kocek ekstra ratusan dolar hanya untuk naik tingkat dari kapasitas 256 ke 512 gigabita saat membeli ponsel premium terbaru.

Kondisi ini tentu tidak akan terjadi jika ponselmu memiliki slot memori, karena kamu bisa dengan mudah membeli kartu SD pihak ketiga yang jauh lebih murah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bgr.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU