INDOZONE - Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar OnePlus. Antarmuka Android andalan perusahaan, OxygenOS, dikabarkan akan segera dihentikan dan digantikan sepenuhnya oleh ColorOS pada perangkat OnePlus generasi mendatang.
Jika informasi ini benar, maka berakhir pula salah satu identitas utama yang selama bertahun-tahun membedakan OnePlus dari produsen smartphone Android lainnya.
Selama ini OxygenOS dikenal sebagai sistem operasi yang ringan, cepat, minim aplikasi bawaan, serta menghadirkan pengalaman Android yang bersih.
Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan utama banyak pengguna memilih smartphone OnePlus dibandingkan merek lain.
Baca juga: Motorola Razr Fold Kini Bisa "AirDrop" ke iPhone, Kirim File Jadi Semudah Itu!
OnePlus dan Oppo Semakin Menyatu
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Oppo berencana menyatukan pengembangan perangkat lunak seluruh merek yang berada di bawah naungan BBK Electronics, termasuk OnePlus dan Realme.
Akibatnya, OxygenOS maupun Realme UI disebut akan dihentikan secara bertahap dan digantikan oleh ColorOS di pasar global.
Sebenarnya proses integrasi ini sudah berlangsung sejak 2021 ketika OnePlus mengumumkan penggabungan tim pengembangan perangkat lunak dengan Oppo.
Di China, OnePlus bahkan telah lebih dulu meninggalkan HydrogenOS dan menggunakan ColorOS sebagai sistem operasinya.
Kini perubahan serupa dikabarkan akan diterapkan untuk seluruh perangkat OnePlus di pasar internasional.
Efisiensi Jadi Alasan Utama
Mengembangkan tiga antarmuka Android yang berbeda membutuhkan biaya, sumber daya, dan tenaga pengembang yang besar.
Dengan menggunakan satu platform perangkat lunak, Oppo dapat mempercepat pengembangan fitur baru, mempercepat distribusi pembaruan sistem, sekaligus menekan biaya operasional.
Meski secara bisnis langkah tersebut dinilai lebih efisien, banyak pengguna setia OnePlus khawatir pengalaman khas OxygenOS akan hilang.
Selama bertahun-tahun, OxygenOS dikenal memiliki performa yang ringan, responsif, serta menawarkan tampilan yang lebih mendekati Android murni dibandingkan ColorOS.
Baca juga: Kapan Ganti Laptop? Ini 10 Tanda Rahasia Perangkat Harus Pensiun
Masa Depan OnePlus Masih Dinanti
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai apakah perangkat OnePlus yang sudah beredar juga akan bermigrasi ke ColorOS atau tetap menerima pembaruan OxygenOS hingga masa dukungannya berakhir.
Di sisi lain, OnePlus juga dikabarkan mulai mengurangi kehadirannya di beberapa pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.
Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Oppo tengah melakukan konsolidasi besar terhadap seluruh lini bisnis OnePlus.
Apabila kabar ini benar, berakhirnya OxygenOS akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah OnePlus.
Bagi banyak pengguna, OxygenOS bukan sekadar antarmuka Android, tetapi juga identitas yang membuat OnePlus berbeda dari kompetitornya sejak pertama kali hadir di pasar smartphone premium.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Digitaltrends.com