Sabtu, 30 MEI 2026 • 09:30 WIB

4 Alasan iPad Lawas Masih Layak Dibeli Ketimbang Model Terbaru

Author

Ilustrasi iPad Basic 2025. (ibox)

INDOZONE.ID - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, iPad masih menjadi salah satu perangkat tablet paling populer di dunia. 

Namun, setiap kali Apple merilis iPad generasi terbaru, banyak orang langsung tergoda untuk upgrade meski perangkat lama mereka sebenarnya masih berfungsi dengan sangat baik. 

Berikut, beberapa alasan mengapa membeli iPad lawas justru lebih masuk akal dibanding memaksakan diri membeli model terbaru.

Baca juga: Kekurangan dan Kelebihan Beli iPad Bekas yang Wajib Kamu Pahami

4 Alasan iPad Lama Masih Worth It Dibeli

Ilustrasi tablet ngefreeze. (freepik)

1. iPadOS Masih Belum Sepenuhnya Fleksibel

Salah satu alasan utama mengapa iPad lawas masih layak dipilih adalah karena sistem operasinya sendiri belum benar-benar mampu memanfaatkan seluruh kemampuan hardware terbaru. 

Apple memang terus mengembangkan iPadOS agar terasa lebih mendekati pengalaman menggunakan laptop atau komputer desktop.

Pada pembaruan terbaru, Apple mulai menghadirkan fitur multitasking yang lebih fleksibel. Pengguna kini bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dalam tampilan jendela yang lebih bebas seperti di macOS atau Windows.

Beberapa aplikasi juga mulai mendukung proses berat di latar belakang sehingga aktivitas multitasking terasa lebih nyaman.

Meski demikian, iPadOS tetap memiliki banyak batasan dibanding sistem operasi laptop pada umumnya. 

Pengguna masih tidak bisa sebebas menggunakan macOS atau Windows dalam mengatur file, memasang aplikasi tertentu, maupun melakukan kustomisasi sistem. Banyak hal masih harus mengikuti aturan ketat dari Apple.

Hal ini membuat iPad belum benar-benar mampu menggantikan laptop untuk sebagian besar pekerjaan profesional.

Bahkan, untuk tugas sederhana seperti mengelola file dalam jumlah besar atau menggunakan software tertentu, laptop tetap jauh lebih praktis.

Karena keterbatasan tersebut, membeli iPad dengan spesifikasi terlalu tinggi sering kali terasa berlebihan. Kemampuan hardware canggih yang dimiliki iPad terbaru belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh sistem operasinya sendiri. 

Akibatnya, banyak pengguna hanya memakai perangkat mahal tersebut, untuk aktivitas ringan seperti streaming, media sosial, atau browsing internet.

Dalam kondisi seperti ini, iPad lawas sebenarnya sudah lebih dari cukup. Selama masih mendapatkan dukungan aplikasi dan pembaruan sistem, pengalaman penggunaannya tidak akan jauh berbeda untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Daftar Lengkap iPhone dan iPad yang Dapat Update iOS 26 dan iPadOS 26, Siap-siap!

2. Chipset iPad Lama Masih Sangat Kencang

Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan yang sangat serius dalam mengembangkan chipset buatannya sendiri.

Sejak menghadirkan chip A-series, hingga kini menggunakan chipset M-series di beberapa lini iPad, Apple berhasil menciptakan performa yang sangat efisien sekaligus bertenaga.

Menariknya, performa chipset Apple cenderung bertahan sangat lama. Bahkan iPad yang dirilis beberapa tahun lalu masih mampu menjalankan banyak aplikasi modern tanpa kendala berarti.

Misalnya, iPad dengan chipset A12Z atau A14 masih sangat nyaman digunakan untuk aktivitas harian seperti editing ringan, multitasking, video conference, hingga bermain game.

Keunggulan inilah yang membuat iPad lawas tetap relevan hingga sekarang. Berbeda dengan beberapa perangkat lain yang cepat terasa lambat setelah beberapa tahun, iPad keluaran lama masih mampu memberikan performa stabil untuk sebagian besar pengguna.

Banyak orang sebenarnya tidak membutuhkan performa ekstrem dari chipset terbaru seperti M4 atau generasi penerusnya.

Kemampuan super kencang tersebut lebih cocok untuk pengguna profesional yang benar-benar bekerja di bidang desain berat, rendering video, atau editing tingkat lanjut.

Sementara untuk kebutuhan umum, performa iPad lawas sudah sangat mencukupi. Bahkan untuk membuka banyak tab browser, menjalankan aplikasi kantor, hingga menonton video resolusi tinggi, perangkat lama masih sanggup melakukannya dengan lancar.

Jika dianalogikan, membeli iPad terbaru hanya untuk penggunaan standar ibarat membeli mobil sport mahal tetapi hanya dipakai berkendara santai di jalan perkotaan.

Tenaganya memang besar, tetapi sebagian besar potensinya tidak benar-benar digunakan.

Selain itu, daya tahan perangkat Apple terkenal cukup panjang. Banyak pengguna iPad lama yang masih nyaman menggunakan perangkatnya hingga lima atau enam tahun tanpa masalah berarti.

Ini membuktikan bahwa, iPad lawas tetap memiliki nilai pakai tinggi dalam jangka panjang.

3. Dana yang Dihemat Bisa Dipakai untuk Membeli Aksesori Penting

Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang ketika membeli gadget adalah terlalu fokus pada perangkat utama, tetapi melupakan aksesori pendukung yang justru bisa meningkatkan pengalaman penggunaan secara signifikan.

Dalam kasus iPad, aksesori memainkan peran yang sangat penting. Keyboard eksternal, mouse, stylus, hingga case berkualitas dapat membuat penggunaan iPad menjadi jauh lebih nyaman dan produktif.

Jika seseorang memaksakan diri membeli iPad terbaru dengan harga sangat mahal, biasanya dana untuk membeli aksesori tambahan menjadi terbatas.

Padahal, tanpa aksesori pendukung, potensi iPad tidak benar-benar terasa maksimal.

Sebaliknya, dengan membeli iPad lawas yang harganya lebih murah, pengguna bisa mengalokasikan sisa anggaran untuk membeli perlengkapan tambahan yang lebih berguna.

Contohnya, pengguna bisa membeli keyboard agar iPad terasa seperti laptop mini untuk mengetik tugas atau bekerja.

Mouse atau trackpad juga dapat meningkatkan kenyamanan navigasi terutama bagi pengguna yang sering multitasking.

Sementara stylus sangat membantu untuk menggambar, membuat catatan digital, atau mengedit dokumen dengan lebih presisi.

Bahkan dengan kombinasi iPad lawas dan aksesori lengkap, pengalaman penggunaannya bisa terasa jauh lebih optimal dibanding membeli iPad terbaru tanpa perlengkapan tambahan.

Selain aksesori resmi dari Apple, saat ini juga banyak pilihan produk pihak ketiga dengan harga lebih terjangkau namun tetap berkualitas baik.

Hal ini membuat pengguna bisa lebih hemat tanpa harus mengorbankan kenyamanan penggunaan.

Tidak hanya itu, uang yang dihemat dari pembelian iPad lawas juga bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti membeli penyimpanan cloud, langganan aplikasi produktivitas, atau bahkan perangkat lain yang lebih penting.

4. Tablet Sudah Tidak Sepenting Dulu

Beberapa tahun lalu, tablet sempat dianggap sebagai perangkat wajib karena berada di tengah-tengah antara smartphone dan laptop. Namun sekarang situasinya mulai berubah.

Smartphone modern kini memiliki layar yang semakin besar dengan performa yang sangat tinggi. Bahkan banyak HP flagship mampu menjalankan berbagai tugas yang dulu lebih nyaman dilakukan di tablet. 

Aktivitas seperti menonton film, membaca e-book, membuka dokumen, hingga mengedit foto ringan kini bisa dilakukan dengan mudah di smartphone.

Kemunculan HP lipat juga membuat pengalaman multitasking di ponsel semakin nyaman. Beberapa model bahkan menawarkan ukuran layar yang mendekati tablet ketika dibuka.

Di sisi lain, laptop modern juga semakin tipis, ringan, dan hemat daya. Banyak laptop saat ini yang mudah dibawa bepergian namun tetap menawarkan performa jauh lebih fleksibel dibanding iPad.

Untuk kebutuhan kerja serius, laptop masih unggul dalam banyak hal seperti pengelolaan file, kompatibilitas software, multitasking, hingga fleksibilitas penggunaan perangkat tambahan.

Sementara untuk kebutuhan gaming portabel, kini hadir berbagai perangkat khusus seperti Steam Deck, Nintendo Switch generasi terbaru, hingga ROG Ally yang menawarkan pengalaman bermain jauh lebih optimal dibanding tablet.

Kondisi ini membuat posisi tablet menjadi semakin spesifik. Tidak semua orang benar-benar membutuhkan iPad, apalagi model terbaru dengan harga tinggi.

Karena itu, jika memang ingin membeli tablet hanya untuk kebutuhan santai atau aktivitas ringan, memilih iPad lawas jelas menjadi pilihan yang lebih rasional.

Pengguna tetap bisa menikmati ekosistem Apple tanpa harus membayar terlalu mahal untuk fitur yang belum tentu dibutuhkan.

Membeli Gadget Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan

Salah satu kesalahan terbesar ketika membeli gadget adalah, terlalu mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan pribadi.

Banyak orang membeli perangkat terbaru hanya karena takut dianggap ketinggalan zaman, padahal perangkat lama mereka masih sangat layak digunakan.

Padahal dalam dunia teknologi, spesifikasi tinggi tidak selalu berarti pengalaman penggunaan yang jauh lebih baik. Semua kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Jika aktivitas sehari-hari hanya sebatas browsing, streaming, mengetik dokumen, atau belajar online, maka iPad lawas sebenarnya sudah sangat cukup.

Bahkan, beberapa model lama masih mampu menjalankan aplikasi terbaru dengan lancar.

Membeli perangkat sesuai kebutuhan juga membantu pengguna mengelola keuangan dengan lebih bijak. Dana yang seharusnya dihabiskan untuk upgrade gadget bisa dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih penting.

Selain itu, memperpanjang usia penggunaan perangkat elektronik juga membantu mengurangi limbah elektronik yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Dengan menggunakan gadget lebih lama, pengguna ikut berkontribusi dalam mengurangi konsumsi teknologi berlebihan.

iPad terbaru memang menawarkan teknologi yang lebih modern dan spesifikasi yang lebih tinggi. Namun untuk sebagian besar pengguna, keunggulan tersebut belum tentu memberikan perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Keterbatasan iPadOS, performa iPad lawas yang masih sangat mumpuni, peluang menghemat uang untuk membeli aksesori tambahan, hingga menurunnya urgensi penggunaan tablet menjadi alasan kuat mengapa membeli iPad lawas justru lebih masuk akal.

Daripada memaksakan diri membeli model terbaru dengan harga mahal, memilih iPad generasi sebelumnya bisa menjadi keputusan yang jauh lebih hemat, sekaligus tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU