Minggu, 10 MEI 2026 • 18:40 WIB

7 Bahaya Pakai Charger HP Palsu, Hati-hati Bisa Bikin Cepat Rusak!

Author

Bahaya pakai charger HP palsu (freepiK)

INDOZONE.ID - Sering tergoda belir charge dengan harga murah? Hati-hati, bisa jadi charger tersebut palsu dan justru membawa risiko besar untuk HP kamu.

Penggunaan charger palsu dapat memicu berbagai masalah HP yang bisa jadi bikin dompet kamu terkuras banyak untuk servis.

Lantas, apa saja kerusakan yang bisa ditimbulkan dari penggunaan charger palsu? Berikut perinciannya.

1. HP Jadi Cepat Panas

Salah satu risiko paling sering terjadi dari penggunaan charger HP palsu adalah perangkat jadi cepat panas saat diisi daya.

Charger asli biasanya sudah dilengkapi sistem pengatur suhu dan proteksi listrik agar aliran daya tetap stabil.

Sebaliknya, charger palsu sering memakai komponen murah yang tidak mampu menahan panas dengan baik.

Jika terus dibiarkan, overheat ini bisa merusak beberapa kompenen HP seperti memperpendek usia baterai, merusak komponen internal, bahkan memicu korsleting dalam kondisi tertentu.

2. Berisiko Bikin Pengguna Tersengat Listrik

Pernah merasa seperti kesetrum kecil saat menyentuh HP yang sedang dicas?

Kondisi ini bisa terjadi karena charger palsu memiliki isolasi listrik yang buruk, sehingga arus dari stop kontak berisiko bocor ke perangkat.

Baca juga: 5 Tips Mengatasi HP Overheat saat Bermain Game, Dijamin Efektif

Meski terasa kecil, sengatan listrik tetap berbahaya jika terjadi berulang atau dalam kondisi tertentu.

Itulah kenapa penting memakai charger yang punya standar keamanan jelas, bukan sekadar murah.

3. Layar Bisa Mengalami Ghost Touch

Charger palsu juga bisa membuat layar HP bergerak sendiri atau sulit merespons saat digunakan.

Masalah ini sering disebut ghost touch, yaitu kondisi ketika layar seolah disentuh padahal tidak ada sentuhan sama sekali.

Penyebabnya bisa berasal dari aliran listrik yang tidak stabil atau gangguan sinyal, karena charger tidak punya perlindungan elektromagnetik yang baik.

Jika dibiarkan, gangguan ini bisa merusak layar dan membuat biaya servis jadi lebih mahal.

4. Pengisian Daya Jadi Lebih Lambat

Banyak charger palsu menulis klaim fast charging di kemasannya, tetapi daya yang dihasilkan belum tentu sesuai.

Akibatnya, HP bisa membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk terisi penuh meski sudah dicas berjam-jam.

Selain bikin tidak praktis, proses charging yang terlalu lama juga bisa membuat suhu perangkat meningkat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.

5. Komponen dalam HP Bisa Ikut Rusak

Bahaya charger palsu bukan hanya terasa di baterai, tetapi juga bisa merambat ke komponen penting di dalam HP.

Contohnya, aliran daya yang tidak stabil dari chageran palsu itu dapat mengganggu kerja IC Power, yaitu komponen yang mengatur distribusi listrik pada perangkat. 

Baca juga: Tips Mengatasi HP Kemasukan Air dengan Aman dan Cepat, Bisa Pakai Bahan Rumahan

Jika bagian ini rusak, biaya perbaikannya bisa jauh lebih besar dibanding mengganti charger original.

Dalam kasus yang lebih parah, HP bahkan bisa mati total dan sulit kembali normal.

6. Risiko Korsleting hingga Kebakaran

Meski tidak selalu terjadi, charger palsu tetap punya risiko memicu berbagai pemicu bencana korsleting, ledakan, hingga kebakaran.

Banyak charger tidak resmi yang tidak dilengkapi fitur pemutus arus otomatis saat baterai sudah penuh.

Akibatnya, listrik bisa terus mengalir dan membuat perangkat atau kepala charger menjadi terlalu panas.

Karena menyangkut keselamatan, risiko ini jelas tidak boleh dianggap sepele.

7. Battery Health Lebih Cepat Turun

Charger palsu biasanya menghasilkan daya yang naik-turun dan tidak stabil. Kondisi ini membuat baterai bekerja lebih keras setiap kali proses pengisian berlangsung.

Jika dilakukan terus-menerus, battery health bisa turun lebih cepat dan kapasitas penyimpanan daya ikut berkurang. 

Akhirnya, HP jadi lebih cepat habis baterai meski baru saja diisi penuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Android Police

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU