INDOZONE.ID - Tinder dikenal sebagai salah satu aplikasi kencan daring paling populer di dunia, jadi tempat banyak orang berharap menemukan pasangan yang tepat.
Namun, sebuah studi berjudul The Dark Triad of Personality as Correlates of Tinder Use (Barış Sevi, 2019) menemukan sisi lain yang perlu diwaspadai.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian pengguna Tinder memiliki skor lebih tinggi pada ciri kepribadian Dark Triad, Machiavellianisme, narsisisme, dan psikopat, serta sosioseksualitas, dibandingkan non-pengguna.
Karakter ini cenderung berkaitan dengan motivasi mencari hubungan jangka pendek, bukan komitmen jangka panjang. Lalu, apa saja alasan lain yang membuat Tinder sering dianggap sebagai aplikasi kencan yang tidak jujur, berikut penjelasannya.
Profil Terlalu Sempurna, tapi Palsu
Salah satu alasan Tinder terasa tidak jujur adalah banyaknya profil palsu yang terlihat terlalu sempurna. Misalnya, foto yang terlalu rapi seperti model majalah, tapi minim informasi di akunnya hingga sering jadi tanda akun tidak asli.
Biasanya profil seperti ini dibuat untuk menarik perhatian dan memancing rasa penasaran pengguna. Tidak jarang, di balik profil menarik tersebut hanyalah bot atau orang yang tidak benar-benar ada.
Akibatnya, banyak pengguna merasa tertipu secara emosional maupun waktu.
Profil Aneh yang Menyembunyikan Sesuatu
Tidak semua profil palsu, tapi banyak juga profil yang terasa mencurigakan dan aneh. Misalnya wajah sengaja ditutupi cahaya, foto pamer kekayaan berlebihan, atau pekerjaan yang terdengar tidak jelas sering jadi tanda seseorang menyembunyikan identitas asli.
Baca juga: Cerita Zayn Malik Gagal Dapat Teman Kencan di Aplikasi Tinder: Semua Orang Menuduhku Catfishing
Beberapa orang juga ada yang menulis profil yang terdengar terlalu baik, tapi perilakunya berbeda jauh saat diajak ngobrol.
Hal ini membuat pengguna sulit membedakan mana yang tulus dan mana yang hanya pencitraan.
Tidak Benar-Benar Lajang atau Tidak Serius
Banyak pengguna Tinder ternyata tidak benar-benar single atau tidak mencari hubungan serius. Saat chat, mereka sering terlalu kabur, enggan berbagi informasi dasar, atau menghindari pertanyaan sederhana tentang diri mereka.
Sebaliknya orang yang tulus biasanya terbuka secara wajar, bukan malah tertutup tanpa alasan jelas. Jika percakapan kamu terasa satu arah dan penuh rahasia, kemungkinan niatnya memang tidak jujur.
Hal ini membuat banyak orang merasa hanya dijadikan opsi, bukan prioritas.
Manis di Chat, tapi Tidak Nyata
Pesan manis memang bikin baper, tapi juga bisa menyembunyikan kebohongan atau bahkan hubungan lain di balik layar. Nah di Tinder ini, banyak orang hanya aktif lewat chat, tanpa pernah benar-benar ingin bertemu atau berbicara langsung.
Perlu diketahui orang yang serius biasanya tidak ragu untuk telepon atau video call untuk membangun kepercayaan. Mereka juga tidak ragu untuk bertemu langsung.
Jika seseorang hanya mau chat tanpa kejelasan seperti sering ditemui di Tinder, nah bisa jadi itu tanda mereka tidak sepenuhnya jujur.
Suka Main Perasaan dan Tidak Konsisten
Ketidakjujuran di Tinder juga sering terlihat dari sikap yang tidak konsisten. Hari ini perhatian penuh kasih sayang, besok menghilang tanpa kabar, lalu kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
Baca juga: Unik! Pertama Kali Kencan dari Tinder, Pria Ini Minta Bantuan ChatGPT Biar Gak Gugup
Pola seperti ini membuat orang berharap, lalu kecewa berulang kali. Banyak yang hanya memberi perhatian secukupnya agar tetap diingat, bukan karena benar-benar peduli.
Sikap “main perasaan” inilah yang membuat Tinder sering terasa tidak tulus.
Love Bombing atau Terlalu Manis dan Terlalu Cepat
Love bombing jadi salah satu alasan kenapa Tinder terasa penuh kepalsuan. Seseorang bisa saja memberi perhatian, pujian, dan rasa “spesial” secara berlebihan sejak awal agar kamu cepat terikat.
Awalnya terasa menyenangkan, tapi sering kali itu hanya strategi untuk mengendalikan perasaanmu. Setelah kamu mulai percaya, sikapnya bisa berubah drastis atau bahkan menghilang.
Oleh karena itu, manis yang terlalu cepat sering justru jadi tanda love bombing.
Ciri-ciri Pelaku Love Bombing
Menurut Detektif Jubun atau seorang detektif swasta Indonesia yang kerap menangani kasus asmara, praktik love bombing justru berawal dari hubungan online,baik melalui aplikasi kencan maupun media sosial. Polanya pun hampir selalu sama, berikut penjelasannya:
- Mengaku sebagai profesional mapan atau duda atau janda,
- Lalu menciptakan krisis palsu seperti masalah bisnis, kesehatan, atau pajak untuk membangun simpati,
- Kemudian dirinya mengarahkan korban pada transfer uang, investasi fiktif, atau peminjaman rekening.
Detektif jubun juga menambahkan mayoritas korban love boombing ini adalah perempuan berusia 30-55 tahun, meski laki-laki juga tidak sepenuhnya luput, karena pelaku pandai membangun kedekatan emosional sebelum melancarkan aksinya.
Nah, hati-hati yah kenalan di Tinder!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Samanthamartin.co.uk