INDOZONE.ID - Kalau kamu penggemar Xbox dan penasaran seperti apa rasanya punya handheld yang membawa nuansa konsol itu ke dunia PC gaming, ROG Xbox Ally X bisa jadi jawaban yang menarik.
Tapi pertanyaannya, apakah ini benar-benar sebuah Xbox, atau hanya PC yang memakai “topeng Xbox”?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Karena di balik desain dan interface bergaya Xbox, ROG Xbox Ally X sejatinya adalah PC portabel super kuat yang dirancang untuk memberikan pengalaman gaming lintas platform.
Baca juga: ROG Xbox Ally X vs Steam Deck: Siapa Raja Konsol Genggam Gaming?
Desain dan Identitas: Xbox dalam Balutan ROG
ROG Xbox Ally X dikembangkan lewat kolaborasi Asus dan Microsoft, menggabungkan kekuatan perangkat keras PC dengan pengalaman khas Xbox.
Dari tampilan antarmuka dan dukungan penuh terhadap Xbox Game Pass (PC), perangkat ini berusaha keras tampil seperti konsol genggam resmi Xbox.
Namun, di balik wajah konsol itu, kamu tetap bisa menjalankan hampir semua platform game besar seperti Steam, Epic Games Store, GOG, EA App, Ubisoft Connect, hingga Battle.net.
Bahkan kalau kamu ingin, kamu bisa menghubungkan keyboard, mouse, dan monitor menjadikannya PC penuh yang siap kerja sekaligus gaming.
Pengalaman Gaming: Nyaman, Tapi Belum Sempurna
Salah satu keunggulan utama Ally X ada pada “Xbox Fullscreen Mode”, yang berfungsi mirip Big Picture Mode di Steam Deck.
Mode ini menyembunyikan tampilan Windows agar kamu merasa sedang memainkan konsol, bukan PC.
Sayangnya, sistem ini belum 100% mulus.
Kadang, pop-up Windows masih muncul, mengingatkan kamu bahwa ini tetap sebuah PC dengan sistem operasi yang kompleks.
Selain itu, konsep Play Anywhere dari Xbox yang memungkinkan kamu memainkan game lintas perangkat belum sepenuhnya optimal.
Misalnya, meskipun kamu punya The Witcher 3 atau Cyberpunk 2077 di Xbox, kedua game itu belum bisa dimainkan langsung di Ally X tanpa cloud streaming.
Artinya, kamu harus siap menerima kenyataan bahwa tidak semua game Xbox otomatis tersedia di perangkat ini.
Performa: Lebih Cepat dari Steam Deck, Tapi dengan Harga yang Setimpal
Dibekali chip AMD Z2 Extreme RDNA 3.5, performa Ally X melampaui Steam Deck dengan margin yang cukup signifikan.
Game berat seperti Hellblade 2, Doom: The Dark Ages, dan Avatar: Frontiers of Pandora bisa berjalan lancar tanpa perlu mengatur grafis ke level “potato”.
Frame rate yang stabil di atas 50–60 FPS menjadikan game-game modern jauh lebih playable dibanding di Steam Deck.
Kalau kamu pengguna handheld lawas, peningkatan performanya akan terasa besar.
Namun, kalau kamu sudah memakai perangkat dengan Z1 Extreme, peningkatannya tidak terlalu drastis sekitar 15–30% saja, tergantung game yang dimainkan.
Harga & Kekurangan: Mahal, Tapi Layak untuk Performa
Dengan banderol sekitar £800 (sekitar Rp 15 juta), ROG Xbox Ally X memang bukan handheld murah.
Tapi sebanding dengan performa dan fitur yang kamu dapatkan:
- Layar VRR 120Hz yang super halus
- Baterai lebih tahan lama (hingga 6 jam untuk game ringan)
- Desain ergonomis bergaya Xbox controller yang nyaman di tangan
Namun, ada beberapa hal yang mungkin bikin kamu berpikir dua kali:
- Tidak ada layar OLED seperti pada Switch 2 atau Legion Go 2
- Tidak disertakan case pelindung di paket pembelian
Aksesori seperti dock resmi dan GPU eksternal ROG XG Mobile dijual terpisah bahkan GPU eksternalnya bisa mencapai £1400 atau Rp31,2 jutaan.
Fitur Masa Depan: AI dan Auto Super Resolution
Menariknya, Xbox menjanjikan fitur baru bernama Auto SR (Super Resolution) yang akan hadir di awal 2026.
Teknologi ini akan memanfaatkan chip Neural Processing Unit (NPU) untuk meningkatkan resolusi gambar secara otomatis tanpa membebani GPU, terutama saat disambungkan ke layar besar.
Jika fitur ini bekerja sesuai janji, pengalaman bermain game di Ally X bisa makin imersif dan efisien.
Xbox Bukan, Tapi Layak Disebut “The Next Best Thing”
Jadi, apakah ROG Xbox Ally X benar-benar sebuah Xbox? Jawabannya: belum sepenuhnya.
Kamu tetap harus melakukan beberapa pengaturan manual seperti layaknya PC, dan kompatibilitas game Xbox belum sepenuhnya menyeluruh.
Tapi untuk gamer yang ingin kebebasan ala PC dengan kenyamanan gaya konsol, perangkat ini adalah perpaduan terbaik di antara keduanya.
Dengan performa tinggi, tampilan elegan, dan fleksibilitas luar biasa, ROG Xbox Ally X mungkin bukan Xbox sejati tapi bisa jadi handheld terbaik yang pernah memakai namanya.
Baca juga: ROG Xbox Ally X Rilis Oktober, Harga Masih Jadi Tanda Tanya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eurogamer.net