Senin, 13 OKTOBER 2025 • 09:45 WIB

5 Risiko yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli iPhone Bekas

Author

Tampilan smartphone iPhone 13 terbaru besutan Apple (photo/Apple)

INDOZONE.ID - Harga iPhone baru yang mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, membuat banyak orang memilih untuk membeli versi bekasnya. 

Pilihan ini memang bisa lebih hemat, tapi sebelum tergiur harga miring, kamu perlu tahu berbagai risiko beli iPhone bekas yang sering diabaikan pembeli.

Agar tidak salah langkah, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat beli iPhone bekas berikut ini supaya kamu bisa lebih waspada sebelum membeli.

Baca juga: Mau Beli iPhone? Begini 5 Cara Memilih Seri yang Tepat

5 Kekurangan Beli iPhone Bekas

iPhone 12 Pro. (Times of India)

1. Garansi Sudah Tidak Aktif

Kebanyakan iPhone bekas yang dijual sudah melewati masa garansi resmi Apple. Biasanya, perangkat tersebut telah digunakan selama satu hingga dua tahun.

Saat garansi sudah tidak berlaku, maka semua kerusakan atau error yang muncul akan menjadi tanggung jawab pembeli.

Bagi sebagian orang, hal ini merupakan bahaya beli iPhone bekas yang paling sering diabaikan. Karena itu, sebelum transaksi, pastikan kamu memeriksa status garansi melalui situs resmi Apple.

Langkah kecil ini bisa mencegah kerugian besar di kemudian hari.

2. Performa Baterai Mulai Melemah

Baterai adalah komponen yang paling cepat menurun kualitasnya seiring pemakaian. Pada iPhone bekas, battery health (BH) sering kali sudah jauh dari 100 persen. 

Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan unit dengan BH di atas 80 persen. Namun, banyak iPhone second yang kondisinya di bawah angka itu.

Kamu juga perlu waspada terhadap baterai “suntikan” atau palsu yang menunjukkan angka BH tinggi padahal aslinya sudah rusak. Inilah salah satu kekurangan beli iPhone bekas yang paling umum terjadi. 

Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa menerapkan tips cek iPhone bekas dengan masuk ke menu Settings > Battery > Battery Health & Charging untuk melihat kondisi asli baterai.

Baca juga: Apakah Worth It MagSafe Battery untuk iPhone 17 Air? Ini Penjelasannya

3. Unit Pernah Dibongkar atau Diservis

Salah satu risiko beli iPhone bekas yang cukup serius adalah, kemungkinan unit sudah pernah dibongkar. Banyak penjual yang tidak jujur dan mengklaim bahwa iPhone masih segel padahal sudah pernah diperbaiki atau diganti komponennya.

Jika iPhone sudah pernah dibuka, maka sertifikasi IP68 (tahan air dan debu) otomatis hilang. Apalagi kalau komponen yang diganti bukan suku cadang asli Apple, performa perangkat bisa menurun drastis. 

Maka dari itu, salah satu hal yang harus diperhatikan saat beli iPhone bekas adalah, memeriksa kondisi sekrup, baut, dan layar dengan seksama.

4. Potensi Masalah pada Komponen Dalam

Beberapa iPhone bekas tampak normal saat pertama kali digunakan, tapi seiring waktu bisa muncul masalah pada hardware, seperti ghost touch, green line, atau kamera yang bergoyang sendiri.

Hal ini termasuk bahaya beli iPhone bekas yang sering kali tidak disadari pembeli pemula.

Untuk menghindarinya, terapkan tips cek iPhone bekas dengan cara mengetes semua fitur penting: kamera depan dan belakang, speaker, mikrofon, sensor Face ID, hingga layar sentuh.

Jangan ragu untuk mencoba perangkat selama beberapa menit agar bisa mendeteksi gejala awal kerusakan.

5. Adanya Bekas Pemakaian di Bodi

Sebagai barang bekas, wajar jika iPhone memiliki goresan, dent kecil, atau noda pada bodinya. Meskipun tidak memengaruhi kinerja, hal ini tetap bisa menurunkan nilai estetika.

Jika kamu termasuk orang yang peduli dengan tampilan perangkat, pilihlah iPhone dengan kondisi “mint” atau “like new”.

Namun, untuk menutupi kekurangan tersebut, kamu bisa menggunakan casing atau pelindung layar. Walau tampak sepele, hal ini bisa membantu menjaga penampilan iPhone tetap rapi dan elegan.

Membeli iPhone bekas memang bisa menjadi pilihan bijak untuk mendapatkan produk Apple dengan harga lebih terjangkau.

Namun, kamu harus lebih berhati-hati karena bahaya beli iPhone bekas bisa datang dari kondisi baterai, garansi, hingga komponen yang sudah pernah diganti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU