Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 16:15 WIB

Monitor Ganda vs Ultrawide: Alasan Masih Bertahan dan Godaan untuk Beralih

Author

Monitor Ganda vs Ultrawide(Sumber:digitaltrends.com) 

INDOZONE.ID - Selama lebih dari satu dekade, banyak pengguna setia monitor ganda merasa tidak tergoyahkan, dalam memilih setup ini dibandingkan monitor ultrawide.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan semakin terjangkaunya harga monitor ultrawide, pilihan ini mulai menggoda, bahkan bagi mereka yang selama ini teguh pada pengaturan dua layar.

Baca juga: POCO F7 vs iPhone 13 Bekas: Mana yang Lebih Cocok buat Kamu?

Kenyamanan dan Produktivitas Monitor Ganda

Bagi sebagian besar orang, monitor ganda menjadi andalan untuk bekerja maupun bermain game. Saat bekerja, kamu bisa membuka catatan di satu layar sambil mengerjakan riset di layar lainnya.

Saat bermain game, satu monitor dapat digunakan untuk permainan, sedangkan monitor kedua menampilkan Netflix, Discord, atau browser.

Kelebihan utamanya adalah dua layar ini berfungsi secara independen, sehingga meminimalkan risiko salah membuka aplikasi dan memungkinkan pengaturan kerja yang fleksibel sesuai kebutuhan.

Tantangan yang Muncul dari Setup Monitor Ganda

Meski nyaman, pengaturan monitor ganda bukan tanpa masalah. Bezel, meskipun tipis, tetap terlihat dan terkadang mengganggu tampilan keseluruhan.

Selain itu, perbedaan sudut pandang dan ketidaksamaan warna antar monitor bisa menjadi kendala, meskipun sudah melalui proses kalibrasi.

Bagi pengguna kacamata dengan lensa progresif, menoleh ke monitor kedua dapat menimbulkan rasa lelah pada mata karena perbedaan kekuatan lensa di area tertentu.

Godaan Monitor Ultrawide yang Kian Terjangkau

Monitor ultrawide kini hadir dengan harga yang lebih bersahabat dibandingkan beberapa tahun lalu.

Model seperti Samsung Odyssey OLED G9 menawarkan layar 49 inci dengan refresh rate 144Hz dan kualitas visual memukau.

Sementara Samsung ViewFinity 34 inci dibanderol sekitar $269, dan Sceptre ultrawide hanya $199, bahkan lebih murah dibandingkan satu unit monitor pada setup ganda.

Kelebihan lainnya, ultrawide menghilangkan jeda bezel di tengah layar dan memberikan pengalaman visual yang menyatu.

Kekurangan Monitor Ultrawide yang Perlu Dipertimbangkan

Meski menarik, ultrawide tidak selalu sempurna. Tidak semua game mendukung rasio aspek 21:9 atau 32:9, sehingga terkadang muncul bilah hitam di sisi layar.

Selain itu, ukuran ultrawide yang besar dapat menjadi masalah bagi meja kerja berukuran kecil. Jika kamu terbiasa dengan dua layar yang sepenuhnya terpisah, beralih ke satu layar lebar mungkin membutuhkan waktu adaptasi.

Tetap Bertahan atau Beralih?

Bagi banyak orang, produktivitas yang ditawarkan monitor ganda masih sulit ditandingi. Namun, seiring menurunnya harga dan meningkatnya kualitas monitor ultrawide, semakin banyak pengguna yang mempertimbangkan untuk beralih.

Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, ruang kerja, dan preferensi pribadimu. Jika kamu mengutamakan fleksibilitas dan pemisahan tampilan, monitor ganda tetap menjadi pilihan solid.

Tetapi, jika kamu mendambakan pengalaman visual tanpa jeda bezel dan desain modern, ultrawide patut dicoba.

Baca juga: Tablet vs Laptop, Mana yang Lebih Cocok untuk Pelajar? Ini Penjelasannya

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Digitaltrends.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU